Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Imbas WWF, Kunjungan Wisatawan di Jatiluwih Naik 50 Persen
BERITABALI.COM, TABANAN.
World Water Forum ke-10 yang digelar pada 18-25 Mei 2024 di Nusa Dua berimbas pada kenaikan kunjungan wisatawan yang berlibur ke kawasan objek wisata Jatiluwih. Manajer operasional DTW Jatiluwih Ketut Purna mengatakan, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 50 persen.
“Angkanya sekitar 50 persen. Ini sangat bagus untuk perkembangan DTW Jatiluwih,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Kunjungan sebelum adanya WWF ke DTW Jatiluwih, baik wisatawan domestik maupun mancanegara mencapai 800 orang per hari. Namun seiring adanya gelaran WWF jumlah kunjungan mencapai 1.500 orang per-hari.
“Semoga bisa tetap seperti ini. Dampak WWF bagi Jatiluwih sangat terasa,” ujar Purna.
Pada hari terakhir WWF ke-10, tercatat 105 orang peserta World Water Forum di Nusa Dua Bali mengunjungi Daya Tarik Wisata (DTW). Rombongan peserta WWF dari berbagai negara tersebut diterima Sekretaris Daerah Tabanan I Gede Susila didampingi Manajer Operasional DTW Jatiluwih Ketut Purna dan sejumlah pejabat terkait Pemkab Tabanan.
Manajer DTW Jatiluwih Ketut Purna menjelaskan tentang Subak sebagai organisasi pengaturan air di sawah, kehidupan penduduk di Desa Jatiluwih yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, serta tentang beras merah atau padi Cendana yang dikembangkan dan ditanam petani di Subak Jatiluwih secara turun temurun.
“Mereka sangat tertarik dengan sawah berundak serta sistem subak yang ada di Desa Jatiluwih. Mereka juga menanyakan tentang beras merah yang diproduksi petani di Subak Jatiluwih,” ujarnya.
Rombongan pada hari terakhir WWF ini berasal dari berbagai negara. Selain mewakili negara banyak juga peserta perorangan yang mewakili organisasi atau lembaga.
“Peserta ada yang berasal dari Kenya, Perancis, Estonia, Jepang, Korea, Denmark, Algeria, Kazaktan, Jepang, Suriname, Turkey, Kanada, Afrika Selatan, Timor Leste dan India. Banyak juga yang berasal dari Indonesia sendiri,” kata Purna.
Ditanya jumlah pasti peserta yang tergabung dalam rombongan kali ini, ia menyebut sekitar 100 orang. “Jumlah peserta sekitar 100 orang, Namun bila dilihat dari jumlah kalung rangkaian bunga yang kami siapkan 105 untai semuanya habis,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan