Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Menteri Ekstremis Israel Mau Serbu Al Aqsa Lagi: Milik Kami
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali berencana bakal menyerbu Masjid Al Aqsa.
Kepada Israeli Army Radio, Ben-Gvir mengatakan bahwa warga Israel akan melakukan pawai yang direncanakan melewati Muslim Quarter dan Gerbang Damaskus di Kota Tua, Yerusalem Timur.
"Kami akan pawai melalui Gerbang Damaskus dan mencapai Temple Mount, tak peduli apa yang mereka pikirkan dan terlepas dari kemarahan mereka," kata Ben-Gvir, seperti dikutip The New Arab.
Ben-Gvir merujuk pada 'Pawai Bendera' di mana para pemukim Israel memperingati 'Hari Yerusalem'. Ini merupakan peringatan atas insiden penangkapan Yahudi di Yerusalem Timur selama perang Arab-israel 1967.
Pawai ini dijadwalkan digelar pada Rabu (5/6). Sekitar 3.000 polisi Israel akan mengamankan pawai.
Para pemukim nantinya akan berbaris dan berjalan melalui daerah-daerah Palestina di kota itu sambil mengibarkan bendera Israel.
Tak jarang para pemukim menyerang orang-orang Palestina maupun properti-properti lainnya pada hari tersebut.
"Kami harus menyerang mereka di tempat yang paling penting bagi mereka. Setiap tahun, mereka mengatakan bahwa hal ini tidak pantas dan bukan waktu yang tepat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Jika kami memberikan tanah kepada mereka, kami mendapat (serangan) 7 Oktober," ucap dia.
Menurut keterangan polisi Israel, pawai ini akan mengikuti rute "tradisional" yakni melewati Gerbang Damaskus dan Muslim Quarter. Pawai ini dilakukan meskipun Israel dan Palestina sedang berkonflik di Gaza.
Namun, berbeda dengan Ben-Gvir, polisi menyebut pawai bendera ini tidak akan melewati kompleks Masjid Al-Aqsa maupun gerbangnya.
Ben-Gvir merupakan salah satu menteri Israel yang dikenal sangat ekstremis. Ia sering memprovokasi warga Palestina dan Israel dengan aksinya di Masjid Al Aqsa.
Terkait konflik di Gaza, Ben-Gvir pernah berujar bahwa pasukan militer harus memotong bantuan dan bahan bakar ke Jalur Gaza selama satu atau dua bulan untuk "melihat apa yang akan mereka lakukan." (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan