Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Keliling Minta Dana Punia di Desa Lebih, Oknum Pemuda Direkam Sampai Viral
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Oknum pemuda yang mengaku bernama Agus Suastawa keliling wilayah Desa Lebih, Kecamatan Gianyar berkedok meminta dana punia (sumbangan). Salah satu tempat usaha hampir kena tipu. Sebab, owner tempat usaha kenal dengan warga di desa Lebih.
Oknum itu langsung direkam dan videonya disebar di media sosial mengundang berbagai komentar. "Lapor ke polisi," tulis komentar netizen.
Baca juga:
Ormas Peras Pedagang, Akhir Tahun Memaksa Minta Sumbangan
Dalam video, oknum pemuda itu hanya bisa mencakup tangan dan memohon maaf. "Ampure," ujar oknum itu.
Si oknum ini dalam video tampak diinterogasi oleh seorang perempuan. Kepada perempuan yang merekamnya, pemuda itu justru mengaku dari Desa Serongga, Kecamatan Gianyar. "Gak ada niat saya menipu," jelasnya.
Akan tetapi, persoalan hanya sampai di rekaman video saja. Selanjutnya oknum itu telah meninggalkan wilayah desa Lebih.
Sementara itu, Bendesa adat Serangga, Pande Made Sudarsana membantah jika oknum pemuda itu berasal dari Serongga. "Ini bukan warga Serongga. Kepada semeton Bali, untuk berhati-hati," harap dia.
Dikatakan bahwa dana punia dari desa terdapat surat resmi. "Apabila tidak ada surat, jangan menghaturkan punia," ujarnya memberikan saran.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6980 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3517 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan