Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Putin Buka Peluang Rusia Kirim Senjata ke Korut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Vladimir Putin mengatakan Korea Utara kemungkinan menjadi salah satu penerima senjata dari Rusia.
Putin menyampaikan pernyataan itu saat berada di Vietnam pada Kamis (20/6), sehari setelah bertemu Kim Jong Un di Pyongyang.
"Saya bilang, termasuk di Pyongyang, bahwa kami berhak mengirim senjata ke wilayah mana pun di dunia, kata Putin, dikutip Al Jazeera.
Dia lalu berujar, "Dengan mempertimbangkan perjanjian kita, saya tak akan mengecualikan ini."
Dalam kunjungan ke Korut, Putin dan Kim meneken pakta pertahanan bertajuk "kemitraan strategis komprehensif. " Perjanjian ini ni mencakup klausul pertahanan bersama jika terjadi agresi terhadap salah satu negara.
Putin berharap kerja sama pertahanan antara Rusia dan Korut bisa menghalangi Barat terus memasok senjata ke Ukraina.
Di kesempatan itu, Putin juga menekankan Rusia tak memerlukan pengerahan tentara Korut untuk berperang di negara pimpinan Volodymyr Zelensky itu.
"Mengenai kemungkinan menggunakan pasukan satu sama lain dalam konflik di Ukraina, kami tak meminta siapa pun melakukan ini, tak ada yang menawarkan hal ini, sehingga tidak perlu," ujar dia.
Amerika Serikat sempat menuding Korut memasok amunisi ke Rusia untuk dipakai perang di Ukraina. Namun, kedua negara yang tertuduh membantahnya.
Presiden Rusia ini juga mengkritik Korea Selatan yang sedang mempertimbangkan untuk mengirim senjata ke Ukraina. Jika keputusan ini diambil, Putin menyebut Seoul melakukan kesalahan besar.
Pertimbangan Korsel terkait pengiriman senjata ke Ukraina muncul sehari usai Kim dan Putin menandatangani pakta pertahanan.
"Terkait pengiriman senjata mematikan ke zona perang di Ukraina, ini akan menjadi kesalahan besar. Saya tak berharap ini terwujud," ujar dia.
Putin kemudian menegaskan, "Jika terjadi, kami akan mengambil keputusan yang tidak disukai pemerintahan Korsel saat ini.
Pernyataan Putin muncul saat sejumlah negara Barat mentransfer senjata jarak jauh ke Ukraina yang bisa dipakai menyerang wilayah Rusia.
Rusia menginvasi Ukraina sejak Februari 2022. Hingga kini belum ada tanda-tanda gencatan senjata. Banyak pihak mengajukan proposal damai tetapi ditolak Rusia, Ukraina, atau kedua-duanya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun