Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Putin Buka Peluang Rusia Kirim Senjata ke Korut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Vladimir Putin mengatakan Korea Utara kemungkinan menjadi salah satu penerima senjata dari Rusia.
Putin menyampaikan pernyataan itu saat berada di Vietnam pada Kamis (20/6), sehari setelah bertemu Kim Jong Un di Pyongyang.
"Saya bilang, termasuk di Pyongyang, bahwa kami berhak mengirim senjata ke wilayah mana pun di dunia, kata Putin, dikutip Al Jazeera.
Dia lalu berujar, "Dengan mempertimbangkan perjanjian kita, saya tak akan mengecualikan ini."
Dalam kunjungan ke Korut, Putin dan Kim meneken pakta pertahanan bertajuk "kemitraan strategis komprehensif. " Perjanjian ini ni mencakup klausul pertahanan bersama jika terjadi agresi terhadap salah satu negara.
Putin berharap kerja sama pertahanan antara Rusia dan Korut bisa menghalangi Barat terus memasok senjata ke Ukraina.
Di kesempatan itu, Putin juga menekankan Rusia tak memerlukan pengerahan tentara Korut untuk berperang di negara pimpinan Volodymyr Zelensky itu.
"Mengenai kemungkinan menggunakan pasukan satu sama lain dalam konflik di Ukraina, kami tak meminta siapa pun melakukan ini, tak ada yang menawarkan hal ini, sehingga tidak perlu," ujar dia.
Amerika Serikat sempat menuding Korut memasok amunisi ke Rusia untuk dipakai perang di Ukraina. Namun, kedua negara yang tertuduh membantahnya.
Presiden Rusia ini juga mengkritik Korea Selatan yang sedang mempertimbangkan untuk mengirim senjata ke Ukraina. Jika keputusan ini diambil, Putin menyebut Seoul melakukan kesalahan besar.
Pertimbangan Korsel terkait pengiriman senjata ke Ukraina muncul sehari usai Kim dan Putin menandatangani pakta pertahanan.
"Terkait pengiriman senjata mematikan ke zona perang di Ukraina, ini akan menjadi kesalahan besar. Saya tak berharap ini terwujud," ujar dia.
Putin kemudian menegaskan, "Jika terjadi, kami akan mengambil keputusan yang tidak disukai pemerintahan Korsel saat ini.
Pernyataan Putin muncul saat sejumlah negara Barat mentransfer senjata jarak jauh ke Ukraina yang bisa dipakai menyerang wilayah Rusia.
Rusia menginvasi Ukraina sejak Februari 2022. Hingga kini belum ada tanda-tanda gencatan senjata. Banyak pihak mengajukan proposal damai tetapi ditolak Rusia, Ukraina, atau kedua-duanya. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan