Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Erdogan Tuduh Barat 'Dalang' Serangan Israel ke Hizbullah Lebanon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh negara-negara Barat mendukung Israel menyerang Lebanon dan "menyebarkan perang" ke seluruh wilayah tersebut.
"Israel kini mengarahkan perhatiannya ke Lebanon dan kami melihat kekuatan Barat di belakang layar menepuk punggung Israel dan bahkan mendukung mereka," kata Erdogan seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (26/6).
Ia juga menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperluas cakupan perang ke wilayah itu.
"Rencana Netanyahu untuk menyebarkan perang ke wilayah tersebut akan menimbulkan bencana besar," ungkap Erdogan.
Pernyataan Erdogan terjadi usai terdapat eskalasi ketegangan antara kelompok milisi Hizbullah dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Milisi Hizbullah dikabarkan telah membuat militer Israel kewalahan hingga Netanyahu resmi membubarkan kabinet perang pada Senin (17/6) lalu.
Langkah itu disebut bertujuan untuk melawan tekanan dari politisi sayap kanan yang menginginkan suara lebih besar dalam pengambilan keputusan.
Pembubaran tersebut juga terjadi di tengah-tengah gempuran milisi Hizbullah ke sejumlah wilayah bagian utara Israel.
Melihat demikian, Amerika Serikat sebagai sekutu dekat Israel turut menekan perdamaian di Jalur Gaza maupun perbatasan Negeri Zionis. Washington melakukan demikian guna mencegah eskalasi perang dalam cakupan yang lebih luas.
Namun, Netanyahu mengatakan bakal mengerahkan pasukan militer dari Rafah ke perbatasan utara Israel dan Lebanon selatan.
"Setelah akhir fase intens, kami akan memindahkan beberapa pasukan ke utara. Kami akan melakukan itu, khususnya untuk tujuan defensif serta untuk membawa penduduk (pengungsi) kembali ke rumah," kata Netanyahu seperti dikutip AFP.
Netanyahu pun menyebut perang yang terjadi di Jalur Gaza akan terus berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata.
"Tujuan kami adalah untuk memulangkan para sandera dan menggulingkan rezim Hamas di Gaza," kata Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera.
Sebagai negara yang gencar mengkritik pemerintahan Netanyahu, Turki pun disebut bakal terus menyuarakan kemerdekaan bagi warga Palestina. Bahkan, Erdogan pernah merencanakan untuk menghentikan berbagai kerjasama dagang antara negaranya dengan Negeri Zionis. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun