Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Erdogan Tuduh Barat 'Dalang' Serangan Israel ke Hizbullah Lebanon
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh negara-negara Barat mendukung Israel menyerang Lebanon dan "menyebarkan perang" ke seluruh wilayah tersebut.
"Israel kini mengarahkan perhatiannya ke Lebanon dan kami melihat kekuatan Barat di belakang layar menepuk punggung Israel dan bahkan mendukung mereka," kata Erdogan seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (26/6).
Ia juga menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperluas cakupan perang ke wilayah itu.
"Rencana Netanyahu untuk menyebarkan perang ke wilayah tersebut akan menimbulkan bencana besar," ungkap Erdogan.
Pernyataan Erdogan terjadi usai terdapat eskalasi ketegangan antara kelompok milisi Hizbullah dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Milisi Hizbullah dikabarkan telah membuat militer Israel kewalahan hingga Netanyahu resmi membubarkan kabinet perang pada Senin (17/6) lalu.
Langkah itu disebut bertujuan untuk melawan tekanan dari politisi sayap kanan yang menginginkan suara lebih besar dalam pengambilan keputusan.
Pembubaran tersebut juga terjadi di tengah-tengah gempuran milisi Hizbullah ke sejumlah wilayah bagian utara Israel.
Melihat demikian, Amerika Serikat sebagai sekutu dekat Israel turut menekan perdamaian di Jalur Gaza maupun perbatasan Negeri Zionis. Washington melakukan demikian guna mencegah eskalasi perang dalam cakupan yang lebih luas.
Namun, Netanyahu mengatakan bakal mengerahkan pasukan militer dari Rafah ke perbatasan utara Israel dan Lebanon selatan.
"Setelah akhir fase intens, kami akan memindahkan beberapa pasukan ke utara. Kami akan melakukan itu, khususnya untuk tujuan defensif serta untuk membawa penduduk (pengungsi) kembali ke rumah," kata Netanyahu seperti dikutip AFP.
Netanyahu pun menyebut perang yang terjadi di Jalur Gaza akan terus berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata.
"Tujuan kami adalah untuk memulangkan para sandera dan menggulingkan rezim Hamas di Gaza," kata Netanyahu, seperti dikutip Al Jazeera.
Sebagai negara yang gencar mengkritik pemerintahan Netanyahu, Turki pun disebut bakal terus menyuarakan kemerdekaan bagi warga Palestina. Bahkan, Erdogan pernah merencanakan untuk menghentikan berbagai kerjasama dagang antara negaranya dengan Negeri Zionis. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan