Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Teba Modern di Cemenggaon Celuk Solusi Penanganan Sampah Organik
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Adat Cemenggaon Desa Celuk Kecamatan Sukawati memiliki Teba modern. Saking banyak teba modern untuk menampung sampah organik, desa adat itu meraih Rekor MURI Desember 2022 sebagai Desa Adat dalam Penanganan Sampah Berbasis Sumber Dengan Sistem Pesan-pede (Pengelolaan Sampah Mandiri Pedesaan).
Sebanyak 80 rumah memiliki masing-masing 2 Teba. Sampah organik masuk ke dalam teba modern berupa lubang sedalam kurang lebih 1 meter. Kemudian khusus pembuangan sampah tanaman hingga sisa makanan rumah tangga.
Sampah anorganik ditabung di bank sampah Sami Asri bekerjasama dengan pengepul Mang Adi Bali (MAB) Recycle yang berlangsung setiap bulan.
Ketua Forum Peduli Lingkungan sekaligus Ketua Badan Pengelola Sampah Desa Adat Cemenggaon I Wayan Balik Mustiana menyatakan desa adat sepakat untuk menjaga lingkungan.
"Edukasi ini berlangsung selama 5 tahun, saat ini, semuanya sudah sadar akan kebersihan lingkungan," ujarnya.
Diakui memang awalnya desa bingung banyak sampah menumpuk dan bau karena plastik berbaur dengan sampah organik yang membusuk.
Dari kebingungan itu, Tahun 2016, Badan Pengelolaan Sampah (BPS) Desa Adat Cemenggaon bertemu dengan MAB Recycle kemudian merancang aksi pengumpulan sampah plastik.
"Dari bank sampah, kami ajak semua warga kumpulan sampah plastik di rumah, kemudian ditabung setiap bulan," jelasnya.
Pelan namun pasti, ajakan ini telah berhasil menyadarkan 85% warga dari total 354 KK setempat. Setelah sampah plastik tertangani, BPS Desa Adat Cemenggaon menemukan ide brilian pembuatan Teba Moderen yakni lubang sedalam 2 sampai 3 meter yang dimodifikasi untuk menampung sampah organik semisal dauh, canang, dan sejenisnya.
"Tahun 2017 kita mulai buat Teba Moderen ini di beberapa rumah. Kemudian di Tahun 2020 sudah menjadi kesepakatan kita di desa adat menggunakan sistem ini," jelas Balik.
Desa Adat mendukung penuh pembuatan Teba Moderen ini di seluruh rumah warga yang jumlahnya 354 KK. Bahkan saat ini ada sekitar 80 rumah sudah memiliki 2 Teba Moderen. "Idealnya ada 2 di masing-masing rumah," ujarnya.
Berkat Pengelolaan sampah Desa Adat Cemenggaon ini, BPS kerap mendapatkan kunjungan studi tiru dari sejumlah Desa di Bali bahkan luar Bali.
"Banjar Apuh Mawang Kelod sudah mengadopsi sepenuhnya pengelolaan sampah ini. Desa Talepud sedang memulai dan ada beberapa desa yang tertarik. Itu desa adat yang membiayai semua," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1355 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1035 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 877 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 779 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik