Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Erdogan Segera Setop Operasi Militer Lawan Kelompok Militan Kurdi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan segera mengakhiri operasi militernya melawan kelompok militan Kurdi di Irak utara dan Suriah.
Turki meluncurkan Operasi Claw-Lock pada April 2022 untuk mengamankan perbatasannya dengan Irak utara. Pemerintah menuding lokasi ini jadi basis kelompok Kurdi melancarkan serangan ke wilayah Turki.
"Kami akan segera menuntaskan operasi pengamanan wilayah di Irak utara," kata Erdogan, mengutip AFP, Sabtu (13/7).
Ia menambahkan pasukan Kurdi sekarang "tidak mampu bertindak di dalam perbatasan kami".
Erdogan mengatakan bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK) telah "benar-benar terperangkap" di Irak dan Suriah. Ia juga mengatakan bahwa pasukan Turki telah "mengepung mereka".
"Kami akan menyelesaikan titik-titik yang hilang dari koridor keamanan di sepanjang perbatasan selatan kami dengan Suriah," lanjutnya.
Turki mempunyai sejarah panjang mengenai konflik dengan kelompok separatis Kurdi. Mereka bahkan tak segan melancarkan operasi di negara-negara tetangganya untuk memerangi kelompok separatis yang diduga bersembunyi di sana.
Di dalam negeri Turki, PKK telah terlibat dalam pemberontakan bersenjata sejak tahun 1984.
Didirikan pada tahun 1978, kelompok yang terinspirasi oleh Marxisme ini dianggap sebagai organisasi teror oleh Turki.
Serangan Turki ke Irak sering kali merenggangkan hubungan bilateral, dan juga menyebabkan gesekan-gesekan dengan mitra-mitra Baratnya.
Pada hari Rabu, Irak mengecam serangan-serangan baru yang dilakukan oleh tentara Turki ke wilayahnya di daerah otonom Kurdistan, dan mendesak Ankara untuk menyelesaikan masalah-masalah keamanan secara diplomatis.
Dalam beberapa minggu terakhir, media lokal Irak telah melaporkan peningkatan serangan Turki, yang memicu beberapa kebakaran di daerah perbatasan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pasukan Turki telah membangun posisi-posisi baru.
Pada hari Jumat, kementerian pertahanan Turki mengumumkan satu tentara tewas dan satu lainnya terluka akibat alat bom rakitan di Irak utara. Mereka menuding kelompok militan Kurdi di balik serangan tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan