Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Lolak Sebut Melindas Gajah, Pengamat: Begitulah Pelawak Jadi Politisi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pernyataan Ketua DPD Hanura Bali, Kadek Arimbawa alias Lolak, mengenai pasangan calon gubernur Bali, I Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri), yang dinyatakan akan "melindas Gajah" dalam Pilgub Bali, mendapatkan tanggapan dari pengamat politik, Prof I Nyoman Subanda.
Lolak menyebutkan bahwa pasangan Koster-Giri yang akan diprediksi menang, sebagaimana diungkapkannya dalam acara penyerahan rekomendasi dari DPP Hanura kepada Koster-Giri baru-baru ini.
"Kalau Kakak saya (Koster-red) luar biasa, ini supaya bisa jadi gubernur satu kali lagi dilindas gajah," ujar Lolak dimana gajah yang dimaksud adalah De Gadjah yang merupakan panggilan akrab Made Muliawan Arya yang menjadi calon gubernur dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Menurut Prof Subanda memang demikianlah sosok Lolak yang dulunya berprofesi sebagai pelawak, seniman yang kebetulan terjun ke politik sehingga kebetulan statement yang bersifat formal pun juga dikemas santai cara malah lawak.
Prof. Subanda menilai bahwa pernyataan Lolak tersebut mencerminkan karakter yang sering mengemas pernyataan formal dengan sentuhan humor.
"Kita bisa melihat bahwa Lolak, dengan latar belakang sebagai pelawak, memang cenderung menyampaikan pendapatnya dengan cara yang santai dan kadang-kadang tidak terlalu serius," jelas Prof. Subanda.
Lebih lanjut, Prof. Subanda mengamati dinamika koalisi partai politik di Bali, terutama dalam konteks Hanura. Menurutnya, Hanura, meskipun terlihat memiliki afiliasi politik tertentu di tingkat pusat, belum menunjukkan kekuatan koalisi yang signifikan di tingkat daerah.
"Sehingga Hanura berafiliasi kemana sejauh partai itu bisa mendukung meski ngga begitu signifikan pengaruhnya di koalisi. Itulah yang terjadi," jelasnya.
"Partai ini sering kali berafiliasi dengan partai besar seperti PDI-P untuk mendukung pencalonan mereka, namun kekuatan koalisinya cenderung tidak terlalu dominan," tambah Prof. Subanda.
Sementara itu, dinamik politik di Bali menunjukkan bahwa Gerindra dan Golkar, misalnya, memiliki hubungan koalisi yang bervariasi dengan PDI-P. Hal ini menunjukkan kompleksitas politik lokal yang sering kali berbeda dari dinamika di tingkat pusat.
"Secara umum, Hanura cenderung memiliki kelekatan dengan PDI-P di Bali," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5798 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2557 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2203 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan