Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Israel Suruh Warga Palestina di Yerusalem Hancurkan Rumah Sendiri
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas pendudukan Israel memerintahkan warga Palestina di Beit Hanina, Yerusalem Timur untuk menghancurkan rumahnya sendiri.
Jika tak dihancurkan dalam tenggat waktu tiga pekan, otoritas pendudukan Israel akan menghancurkan paksa dengan buldozer.
Mengutip dari kantor berita Palestina, WAFA, Saber Al-Qawasmi sang empu rumah mengatakan pasukan Israel dan staf otoritas pendudukan mendatangi kediamannya pada Senin (28/10) pagi. Aparat itu memerintahkannya menghancurkan rumahnya sendiri, atau akan dihancurkan paksa.
Al-Qawasmi menyatakan dia membangun rumah seluas 75 meter persegi sekitar 15 tahun yang lalu. Dan, sambungnya, sejak saat itu telah dikenakan denda finansial sebesar NIS 46.000 sebagai upaya mendapatkan izin untuk mencegah pembongkaran. Namun, terlepas dari upayanya yang besar, semua upayanya pada akhirnya gagal.
Di Yerusalem yang diduduki, pemerintah Israel memaksa warga Palestina untuk menghancurkan rumah mereka sendiri dengan dalih tidak memiliki izin mendirikan bangunan. Mereka yang menolak akan dibongkar oleh buldoser pendudukan, yang mengakibatkan denda finansial yang signifikan bagi pemilik rumah.
Rezim Israel yang menduduki Yerusalem selama ini diketahui menolak mengeluarkan izin mendirikan bangunan bagi warga Palestina. Para warga Palestina di Yerusalem Timur itu kemudian dipaksa untuk menghancurkan rumah mereka sendiri, atau bakal dihancurkan paksa.
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Gubernur Yerusalem mengungkapkan bahwa selama kuartal ketiga tahun 2024, terdapat total 154 pembongkaran dan penggalian di wilayah Yerusalem.
Angka itu mencakup 24 pembongkaran paksa dan 118 pembongkaran yang dilakukan otoritas pendudukan, serta 12 kegiatan penggalian.
WAFA memberitakan praktik tersebut melanggar hukum internasional dan norma kemanusiaan yang menjunjung tinggi hak atas perumahan.
Namun, disinyalir Isarel melakukan hal itu sebagai bagian dari strategi pendudukan yang lebih luas untuk secara sistematis mengusir warga Palestina dari Yerusalem guna memfasilitasi perluasan koloni di wilayah tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan