Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Biden Beri Ukraina Ranjau Darat Untuk Perang Lawan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden bakal mengirimkan Ukraina ranjau anti-manusia untuk melawan pasukan Rusia dalam perang di Kyiv.
Seorang pejabat AS mengatakan pada Selasa (19/11) bahwa Biden telah memutuskan untuk memberikan Ukraina ranjau darat antipersonel guna menopang pertahanan Kyiv atas serangan Rusia.
Dia berujar keputusan Biden tersebut diambil setelah sang Presiden memastikan bahwa Ukraina hanya akan menggunakan ranjau itu di wilayahnya sendiri serta bukan di daerah berpenduduk.
Ranjau yang akan diberikan sendiri dikenal sebagai "ranjau non-persisten". Ranjau darat ini tak lagi aktif setelah jangka waktu tertentu ketika daya baterainya habis.
Kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Kementerian Pertahanan Ukraina, serta Kementerian Pertahanan Rusia sejauh ini belum memberikan komentar, demikian dilansir dari Reuters.
Dilansir dari AFP, Biden belakangan menggencarkan dukungannya terhadap Ukraina yang saat ini dalam masa kritis atas perangnya dengan Rusia.
Pasukan Ukraina mulai terdesak setelah pasukan Rusia mendapat bala bantuan dari pasukan Korea Utara untuk merebut kembali wilayah Kursk, wilayah barat Rusia yang sebagian telah direbut Ukraina.
Pasukan Ukraina juga belakangan kewalahan menghalau serangan Rusia yang menargetkan kota-kota di timur Ukraina, yang diduga untuk melumpuhkan jaringan listrik dan menjadikan suhu beku sebagai senjata di musim dingin.
Pada Minggu (17/11), Biden pun memberikan izin kepada Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh dalam serangannya ke wilayah Rusia.
Rusia sejak awal telah memperingatkan bahwa penggunaan rudal jarak jauh buatan negara-negara Barat ke teritorinya menandakan perang terbuka antara Rusia dan NATO.
AS pun tak pernah mengizinkan Ukraina menggunakan senjata itu untuk menyerang wilayah Rusia. AS hanya membolehkan Ukraina menggunakan rudal jenis tersebut di wilayah kedaulatannya, termasuk Semenanjung Crimea yang kini diduduki Kremlin.
Merespons pemberian izin ini, Presiden Rusia Vladimir Putin langsung meneken dekrit terkait pembaruan penggunaan nuklir yang memungkinkan Moskow menyerang Amerika Serikat dengan senjata nuklir.
Pada Selasa (19/11), Ukraina lantas dikabarkan untuk pertama kalinya menyerang Rusia menggunakan rudal jarak jauh buatan AS, ATACMS. Sumber informasi di Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan kepada kantor berita Ukraina, RBC, bahwa militer Kyiv telah menembakkan sejumlah peluru kendali tersebut ke fasilitas militer Rusia di wilayah Bryansk.
Rusia telah mengonfirmasi serangan ini melalui pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada hari yang sama. Kemhan Rusia menyebut pasukan Ukraina telah "menyerang sebuah fasilitas di wilayah Bryansk" menggunakan enam rudal balistik ATACMS buatan AS.
Rusia pun bersumpah akan membalas Ukraina atas serangan tersebut dengan menganggap situasi saat ini sebagai "fase baru" perang Barat dan Rusia. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3306 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman