Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tawarkan Solusi Ancaman Polusi dan Sampah, Tiga Pelajar Bali Menuju Final di Melbourne
bbn/dok beritabali/Tawarkan Solusi Ancaman Polusi dan Sampah, Tiga Pelajar Bali Menuju Final di Melbourne.
BERITABALI.COM, JAKARTA.
Tim pelajar dari Taman Rama Intercultural School Bali berhasil meraih gelar juara dalam ajang Change It Challenge yang diselenggarakan oleh Monash University di Indonesia.
Sebagai pemenang, mereka berhak melaju ke babak final tingkat global yang akan diadakan di Melbourne, Australia, pada Februari 2025, untuk bersaing dengan finalis dari seluruh dunia.
“Change It Challenge bertujuan untuk mendorong para pelajar menemukan solusi inovatif terhadap tantangan besar zaman ini,” ujar Nicholaas Sosrowibowo, Senior Regional Manager International Student Recruitment Monash University, yang juga menjabat sebagai ketua dewan juri, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 12 Desember 2024.
Tim pemenang dari Bali, yang terdiri dari Anna Melisa Klein, Neyja Darsana, dan Carissa Michellytha M.K., berhasil mengungguli finalis lainnya dengan memaparkan solusi terkait ancaman polusi dan sampah terhadap laut dan ekosistem di Bali. Mereka mengusulkan strategi pengelolaan sampah yang berfokus pada pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang, serta penyediaan fasilitas sampah dan alat pengemasan di tiga pantai di Bali.
Limbah yang terkumpul dari program ini akan disalurkan kepada mitra organisasi untuk diolah menjadi produk baru, sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Menurut Nicholaas, kompetisi ini memberikan peluang bagi pelajar untuk menunjukkan bagaimana mereka dapat berkontribusi menciptakan dampak positif bagi dunia dan generasi mendatang.
Selain tim pemenang dari Bali, tujuh tim finalis lainnya juga berkompetisi di Indonesia. Mereka antara lain adalah Aldrick Wong, Hanna Tan, dan Amanda Taslim dari SMA Santo Nicholas, Michelle Alexandra Setiyawan dan Patrice Emmanuel Hendra dari Sekolah Kristen Cita Hati Timur Surabaya, serta beberapa tim dari Sekolah Bina Bangsa Malang dan SMAK 8 Penabur Tanjung Duren.
Ajang Change It Challenge ini bertujuan untuk melibatkan para siswa sekolah menengah atas dalam menciptakan perubahan yang signifikan, terutama dalam bidang perubahan iklim dan pengembangan komunitas. Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesadaran akan isu-isu global, tetapi juga mendorong kolaborasi antar pelajar di seluruh Indonesia untuk menciptakan solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi dunia. (sumber: Tempo.co)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan