Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Viral Unggahan Loker IT Bali Diduga Diskriminatif, Pemilik Akun Minta Maaf
beritabali/ist/FB Arya Sumerastha/Viral Loker IT Bali Diduga Diskriminatif, Pemilik Akun Minta Maaf.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebuah unggahan lowongan kerja yang beredar luas di grup Facebook Asosiasi Profesional IT Bali (Prof-IT Bali) baru-baru ini menuai respons negatif dari warganet.
Dalam unggahan tersebut, terdapat persyaratan yang dianggap diskriminatif terhadap umat Hindu, yang menyebutkan bahwa posisi IT Coordinator hanya diperuntukkan bagi mereka yang "di luar agama Hindu."
Lowongan yang diposting oleh akun Arya Sumerastha LB Resort tersebut menyebutkan dua posisi yang dibutuhkan: IT Coordinator untuk non-Hindu dan Tim Monitoring CCTV dengan sedikit kemampuan IT yang paling utama memiliki kemampuan menganalisa kejadian untuk laporan. Dalam unggahan tersebut juga disertakan persyaratan tambahan, seperti kemampuan berbahasa Inggris, serta kontak untuk mengirimkan CV.
Unggahan ini langsung memicu kontroversi di kalangan warganet yang menilai bahwa pernyataan tersebut mengandung unsur diskriminasi berdasarkan agama, yang tidak sesuai dengan semangat keberagaman dan inklusivitas yang dijunjung tinggi di Bali.
Menanggapi protes tersebut, Arya Sumerastha, pemilik akun yang memposting lowongan tersebut, segera meminta maaf melalui media sosial. Dalam permintaan maafnya, ia menyampaikan penyesalan atas kekhilafan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menyinggung umat Hindu.
"Dan sekali lagi tiang sampaikan, tidak bermaksud menyinggung umat Hindu se-dharma. Tiang ingin menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya atas postingan tiang kemarin, tiang khilaf dan masih banyak perlu belajar," ujar Arya Sumerastha dalam unggahan klarifikasinya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun