Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Longsor di SMPN 2 Tegallalang, Dua Ruang Kelas Terancam
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebuah musibah longsor menimpa salah satu ruangan di SMP Negeri 2 Tegallalang pada Selasa (18/2/2025) saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Longsor tersebut menggerus pondasi kelas yang berada di bagian tebing jurang, menyebabkan bagian pondasi amblas dan tergerus menuju dasar jurang. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.00 WITA.
Kepala SMP Negeri 2 Tegallalang, I Ketut Sutaya Adnyana, menjelaskan bahwa longsor tersebut disebabkan oleh hujan deras disertai angin kencang yang membuat tanah urug yang digunakan untuk pondasi menjadi tidak stabil. Di bawah tanah terdapat kemungkinan rembesan air yang memperburuk kondisi tanah dan memberi tekanan pada bangunan.
"Ukuran longsoran cukup besar, sekitar 10 meter tingginya dan 20 meter lebar. Dampaknya sangat dirasakan oleh dua kelas, yakni kelas 7D dan 7E, yang tempat belajarnya berada di area tersebut," jelas Adnyana.
Demi keselamatan siswa, pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan memindahkan para siswa dari ruang kelas yang terancam.
"Kami sudah melakukan rapat bersama wakil kepala sekolah dan staf pendidik untuk mengambil keputusan cepat. Siswa di kelas tersebut dipindahkan ke ruang lain yang lebih aman, seperti ruang gong yang sudah disiapkan," tambahnya.
Meskipun tanah di sekitar kelas tampak stabil, sekolah tetap mengimbau agar siswa tidak bermain di sekitar area yang terkena longsor. Pihak sekolah juga tengah berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk langkah selanjutnya terkait perbaikan dan pengamanan lokasi sekolah.
Sejauh ini, tidak ada korban jiwa atau luka yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun