Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
60 Titik Jalan Berlubang dari Pekutatan hingga Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kerusakan parah di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, kembali memakan korban. Sejumlah pengendara mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang, beberapa di antaranya mengalami luka-luka hingga meninggal dunia.
Menjelang arus mudik, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I mulai melakukan perbaikan di titik-titik kritis, termasuk di Kecamatan Melaya.
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses perbaikan jalan di KM 110 hingga KM 111. Pihaknya telah melakukan pendataan ulang terhadap titik-titik jalan berlubang serta hambatan lain seperti lampu penerangan jalan yang mati.
“Data ini kami serahkan kepada BPJN Wilayah I agar segera dilakukan perbaikan demi keselamatan pengendara,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan, Kecamatan Melaya menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan jalan paling parah di sepanjang jalur nasional tersebut.
“Hari ini saja sudah ada dua kendaraan bermotor mengalami kecelakaan akibat terjebak di lubang jalan. Banyak pengendara yang tidak memahami kondisi jalan sehingga berisiko mengalami kecelakaan,” tambah AKBP Endang.
Selain di Kecamatan Melaya, kondisi jalan rusak juga ditemukan di Kecamatan Pekutatan dan Kecamatan Mendoyo. Kapolres Jembrana mengimbau masyarakat, terutama pemudik, untuk lebih berhati-hati saat melintas di ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk.
“Sebelum perbaikan dimulai, kami mencatat ada sekitar 60 titik jalan berlubang dari Pekutatan hingga Gilimanuk. Beberapa di antaranya telah diperbaiki, dan kami akan terus memperbarui data hingga menjelang Operasi Ketupat,” jelasnya.
Pengawas Lapangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Bali, I Gede Ariana, mengungkapkan bahwa target perbaikan hari ini mencakup ruas jalan dari Gilimanuk ke arah timur sepanjang 100 kilometer di Wilayah I. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pengerjaan berjalan lebih lambat.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar perbaikan ini bisa segera diselesaikan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Dengan adanya perbaikan ini, kecelakaan akibat jalan berlubang diharapkan dapat diminimalisir, terutama saat arus mudik Lebaran yang diprediksi meningkat dalam beberapa minggu ke depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 629 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 593 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 443 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 430 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik