Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
TV Digital Turyapada Tower, Siaran Jernih Tanpa Parabola
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, kini dapat menikmati siaran televisi digital dengan gambar jernih tanpa menggunakan parabola. Cukup dengan televisi tabung, STB, dan antena UHF, sinyal dari Turyapada Tower sudah bisa ditangkap dengan baik.
Hal ini disampaikan Wayan Sunarca, warga Banjar Kanginan, saat peluncuran siaran TV digital oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Turyapada Tower, Desa Pegayaman, Sukasada, Jumat (18/4).
"Sebelum ada sinyal TV digital dari Turyapada Tower ini gambarnya gerimis, dan hilang-hilang. Namun sejak aktif sinyal TV digitalnya kualitas gambar jernih, siaran lebih banyak ditangkap dan tidak perlu parabola serta gratis," ujarnya.
"Tiang seneng nonton siaran live sepakbola, jadi tiang tidak khawatir siaran diacak, gambarnya jernih. Terimakasih Bapak Gubernur dan Bupati Buleleng atas layanan siaran TV digital ini, semoga ke depan lebih banyak lagi siaran yang ditangkap," tambahnya.
Senada dengan itu, Kadek Sinta Desiana dari Desa Unggahan, Seririt, juga mengaku sangat terbantu sejak hadirnya sinyal TV digital.
"Saya sangat bersyukur sudah ada sinyal TV digital. Saya sih tidak hobi nonton bola, tapi suami tiang sangat seneng nonton bola. Dulunya ngerebek, gerimis, hilang-hilang sekarang tidak. Pokoknya terimakasih sangat terbantu sekali," ungkapnya.
Dalam acara peluncuran, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa ini adalah tonggak penting dalam dunia penyiaran di Bali.
"90 persen terjangkau area Buleleng dalam siaran TV digital, saat ini baru 9 stasiun TV yang dipancarkan oleh pemegang mux Vivat TV. Kedepan sebanyak 30 siaran lebih akan ditangkap oleh masyarakat Buleleng dan Jembrana oleh pemegang mux di Bali," jelasnya.
Turyapada Tower bukan hanya menara pemancar, tapi simbol kemajuan teknologi dan pelayanan informasi yang merata. Menara ini berdiri di ketinggian 1.636 meter di atas permukaan laut dan juga dikembangkan sebagai destinasi wisata digital dengan fasilitas modern seperti planetarium, skywalk, restoran berputar 360 derajat, dan jembatan kaca.
Melalui siaran TV digital, masyarakat kini menikmati kualitas gambar dan suara yang lebih baik serta akses luas terhadap informasi, hiburan, dan pendidikan. Ini sejalan dengan program nasional migrasi dari TV analog ke digital dan mendukung penguatan ekosistem digital di Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5393 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2282 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan