Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Staf Kominfo Badung Hanyut di Air Terjun Nungnung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang staf kontrak Dinas Kominfo Kabupaten Badung, I Made Gede Tedy Putra Yasa (19) dilaporkan hanyut terseret arus deras Air Terjun Nungnung, Banjar Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, pada Kamis (22/5/2025) sekitar pukul 11.00 WITA.
Korban yang tinggal di Jalan Seroja, Gang Jambu nomor 6, Sengguan, Kedaton, Denpasar Timur itu sebelumnya terpeleset saat berusaha mengambil drone yang jatuh di aliran air terjun.
Menurut Kasi Humas Polres Badung, Ipda Putu Sukarma, korban merupakan staf kontrak di bagian media dan publikasi Kominfo Kabupaten Badung. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya sesama pegawai, yakni Ida Bagus Gede Widnyana (32) asal Desa Dalung, Kuta Utara, dan I Made Kembar Twintra Adi Guna dari Br. Bunutan, Kedewatan, Ubud, Gianyar.
Saksi Gede Widnyana menuturkan, sekitar pukul 11.00 WITA mereka sedang berada di Air Terjun Nungnung sambil menerbangkan drone. Namun, drone tersebut tiba-tiba jatuh ke aliran sungai.
Melihat drone jatuh, ketiganya turun untuk mencari posisi drone. Saat itulah korban terpeleset jatuh ke celah bebatuan yang dialiri air deras.
"Melihat temannya tersebut terjatuh, para saksi mencoba menolong korban," ungkapnya.
Dari keterangan saksi I Made Kembar, korban saat itu sedang mencari drone di celah bebatuan, namun tiba-tiba terdorong arus dan terpeleset. Para saksi berusaha menolong, namun korban langsung terseret arus deras.
Kedua saksi sempat melihat tangan korban memegang bambu. Saksi pun mencoba memberikan ranting panjang untuk menarik korban, namun karena derasnya arus, upaya tersebut gagal.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan bantuan dengan tali. Korban sempat memegang tali, namun tali tersangkut di bebatuan. Beberapa warga berusaha membelah arus air dengan menutup bebatuan untuk mengurangi aliran ke arah korban.
Sayangnya, saat tali ditarik, tali malah menyangkut di batu, membuat korban tidak dapat diselamatkan. Korban pun langsung hilang terseret arus deras.
Sekitar pukul 14.00 WITA, Tim SAR gabungan tiba di lokasi dan melakukan upaya pencarian. Namun karena waktu menunjukkan pukul 17.30 WITA dan situasi mulai gelap tanpa penerangan, pencarian sementara dihentikan.
Apalagi arus air semakin deras dan volume air meningkat, sehingga demi keselamatan petugas, pencarian dilanjutkan keesokan harinya.
"Pencarian akan dilanjutkan besok Jumat 23 Mei 2025 pagi," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan