Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Tiga Rumah Rusak Diterjang Angin di Banyupoh Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada Jumat (23/5/2025) sore. Cuaca ekstrem ini menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan parah.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, saat dikonfirmasi Sabtu (24/5/2025) menyebutkan, tiga warga yang terdampak bencana ini adalah Putu Dana, Wayan Ngarti, dan Wayan Sandi. Mereka tinggal di Banjar Dinas Banyupoh dan Banjar Dinas Geria.
Akibat kejadian ini, total kerugian yang dialami ketiga korban mencapai Rp110 juta. Kerusakan paling berat dialami oleh Putu Dana yang sebagian besar atap rumahnya berbahan spandek beterbangan disapu angin hingga membuatnya merugi Rp50 juta.
Pasca menerima laporan kejadian, petugas BPBD Buleleng langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pembersihan puing-puing atap yang rusak. Selain itu, warga terdampak juga telah menerima sejumlah bantuan logistik, seperti makanan, terpal, karpet, hingga alat masak.
Terkait upaya perbaikan, Ariadi menyebutkan bahwa bantuan lanjutan akan diusulkan melalui dana bantuan sosial bencana yang disiapkan oleh Pemkab Buleleng. "Mengingat kerusakannya cukup parah, korban saat ini memilih untuk mengungsi ke rumah kerabatnya," kata Ariadi.
Ia pun mengimbau masyarakat Buleleng untuk tetap waspada, mengingat beberapa hari terakhir wilayah setempat sering diguyur hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana serupa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 755 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman