Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Dua Anjing Positif Rabies di Jembrana, Warga Mendoyo Resah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Kecamatan Mendoyo, Jembrana kembali dibuat resah setelah dua anjing yang menyerang warga di dua lokasi berbeda dipastikan positif rabies.
Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji sampel otak dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar keluar pada Selasa (27/5/2025) sore.
Kasus pertama terjadi di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan. Seekor anjing liar tiba-tiba menyerang empat orang warga. Beruntung, keempat korban hanya mengalami gigitan di bagian tubuh dengan risiko rendah dan langsung mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).
Setelah kejadian, otak anjing tersebut dikirim ke BBVet untuk diuji, dan hasilnya menunjukkan anjing tersebut positif rabies.
Insiden serupa juga terjadi di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring. Kali ini, seekor anjing peliharaan menyerang lima orang sekaligus, termasuk pemilik dan anggota keluarganya. Hasil laboratorium pun memastikan hewan tersebut positif rabies.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gede Putu Kasthama, membenarkan adanya dua kasus baru rabies tersebut.
“Ada dua sampel yang keluar hasilnya dan keduanya positif rabies,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/5/2025).
Ia menambahkan, seluruh korban dari dua lokasi tersebut telah mendapatkan VAR di fasilitas kesehatan terdekat. Pihaknya kini tengah melakukan vaksinasi rabies secara massal di wilayah-wilayah rawan, termasuk sekitar lokasi kasus terbaru.
Dengan bertambahnya dua kasus ini, total kasus hewan penular rabies (HPR) di Jembrana sepanjang 2025 telah mencapai 49 kasus, hanya selisih lima kasus dari total rabies di tahun 2024.
“Kami minta masyarakat tetap waspada, jika melihat hewan dengan perilaku mencurigakan, segera laporkan atau bawa ke faskes terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Kasthama.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun