Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Bus Puspasari Dilempari Batu di Gerokgak, Sopir Luka
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah bus Puspasari berplat DK 7926 UR dilempari batu oleh pengendara motor tak dikenal saat melintas di Jalan Raya Seririt-Gilimanuk, tepatnya di sebelah barat jembatan Desa/Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Akibat insiden tersebut, kaca depan bus pecah dan mata sopir mengalami luka memar. Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Derawi saat dikonfirmasi Jumat (30/5) membenarkan kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/5) sekitar pukul 04.00 WITA. Bus yang dikemudikan Gede Agus Sugiarianto (38), warga asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng itu sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singaraja.
Namun saat melintas di kawasan Gerokgak, tiba-tiba dari arah timur datang seorang pengendara motor jenis PCX tanpa identitas yang melempar batu ke arah bus. Lemparan itu menyebabkan kaca depan pecah dan serpihannya mengenai mata kiri sopir hingga mengalami luka memar.
Tak terima atas kejadian tersebut, Sugiarianto langsung melapor ke Mapolsek Gerokgak.
"Kejadian tersebut menimbulkan kerugian materil hingga sebesar Rp5 juta," jelas Kompol Derawi.
Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Sejumlah saksi dan rekaman CCTV di sekitar TKP sudah diperiksa, sementara barang bukti berupa batu yang digunakan pelaku telah diamankan di Mapolsek Gerokgak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1569 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun