Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Prof Dibia: PKB Bukan Sekadar Seni, Tapi Warisan Budaya Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Budayawan dan maestro tari Bali, Prof. Dr. I Wayan Dibia, membagikan pandangannya tentang esensi budaya dan pentingnya regenerasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025.
Hal ini disampaikannya dalam sesi podcast PKB yang digelar di Art Centre Denpasar, Senin (23/6).
Dibia mengenang keterlibatannya dalam PKB yang dimulai sejak 1979 melalui sendratari kolosal Ramayana Tujuh Kanda, hasil kolaborasi ASTI dan KOKAR. Ia kemudian dipercaya sebagai koordinator pergelaran pada 1985 dan aktif menggali potensi seni dari desa-desa di Bali.
“Desa adat kita ibarat perpustakaan hidup. Setiap desa memiliki struktur dan kekhasan seni yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Dibia, PKB bukan sekadar ajang pergelaran seni, melainkan wahana penguatan budaya sekaligus ekspresi identitas lokal. Pawai pembukaan atau Peed Aya dinilainya sebagai ruang strategis bagi regenerasi, dengan melibatkan anak-anak muda secara aktif dalam setiap kontingen.
Tema PKB 2025, Seni Semesta Raya, menjadi dasar kurasi dan konsep kreatif tiap delegasi.
“Kita batasi agar tidak seragam, tapi tetap memberi ruang kreativitas sesuai karakter masing-masing desa,” jelasnya.
Dibia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara seni sakral dan seni pertunjukan di Bali. Ia mencontohkan seni wewalian, bentuk seni sakral yang bisa dikembangkan dalam kemasan teatrikal tanpa meninggalkan esensi tradisi.
Dalam visinya, Dibia mengusulkan keseimbangan antara pelestarian (60%) dan pengembangan (40%) dalam program PKB.
“Budaya luar boleh masuk, tapi harus diolah menjadi bagian dari jati diri Bali,” tegasnya.
Baca juga:
PKB Dongkrak Wisata dan Ekonomi Bali
Ia pun menilai meningkatnya minat internasional terhadap PKB sebagai peluang besar, bukan ancaman. Menurutnya, PKB dapat menjadi ajang budaya global yang tetap berpijak kuat pada nilai-nilai lokal.
“Kesenian bukan hanya untuk hidup saya, tapi memang bagian dari hidup saya. Lewat PKB, saya menyaksikan langsung regenerasi yang berjalan penuh harapan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan