Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jalan Jebol di Bajera Tabanan, Buleleng Macet Diserbu Truk dan Bus
BERITABALI.COM, BULELENG.
Jalan jebol di dekat Pasar Bajera, Tabanan menyebabkan jalur utama Denpasar-Gilimanuk lumpuh total. Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan melalui wilayah Kabupaten Buleleng, yang langsung memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Dari pantauan pada Selasa (8/7), Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Buleleng dipadati kendaraan besar seperti bus dan truk roda delapan hingga sepuluh. Kondisi ini membuat ruas jalan utama tersebut krodit dan laju kendaraan tersendat.
Selain itu, jalur Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng turut terdampak. Sejumlah kendaraan besar mengular hingga menyebabkan antrean panjang sepanjang 200 meter di beberapa titik.
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin mengatakan, pihaknya telah menerjunkan beberapa personel untuk mengatur lalu lintas dan mengalihkan kendaraan besar dari jalur berbahaya. Salah satunya di jalur Gitgit yang dikenal curam dan memiliki banyak tikungan tajam.
"Sangat berisiko, karena kendaraan besar pasti tidak kuat menanjak dan as patah. Apalagi kalau sopirnya belum punya pengalaman melintas di jalur Gitgit, tidak bisa bermanuver di tikungan-tikungan tajam," jelasnya.
Karena itu, AKP Bachtiar mengimbau seluruh kendaraan besar agar menggunakan jalur Singaraja-Amlapura. Jalur tersebut dinilai lebih aman dan lebar meskipun jaraknya lebih jauh. Apalagi, sejak Senin (7/7) kemarin, setidaknya 10 truk tercatat mogok saat melewati jalur Desa Gitgit.
"Jalur Singaraja-Amlapura lebih besar, jadi lebih aman. Memang jadi lebih jauh, tapi itu lebih aman untuk dilintasi kendaraan-kendaraan besar yang sumbu tiga ke atas," terangnya.
Diperkirakan, pengalihan arus lalu lintas ini akan berlangsung cukup lama, hingga proses perbaikan jalan di Bajera rampung. Seluruh pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan guna mencegah kecelakaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, juga mengimbau agar selama pengalihan arus berlangsung, kendaraan-kendaraan besar beroperasi di malam hari. Hal ini untuk mengurangi kemacetan, khususnya di wilayah Kota Singaraja, jalur Gitgit, dan pantai utara (pantura) Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan