Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi di Waterblow Nusa Dua
BERITABALI.COM, BADUNG.
Daya Tarik Wisata (DTW) Waterblow Nusa Dua resmi ditutup sementara sejak Rabu, 6 Agustus 2025 akibat gelombang laut tinggi yang menghantam kawasan tersebut.
Penutupan ini dilakukan oleh pihak pengelola kawasan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), sebagai upaya antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan wisatawan dan fasilitas umum di pesisir selatan Bali.
“Langkah ini diambil demi keselamatan pengunjung serta menjaga keamanan kawasan suci dan fasilitas umum di sekitar Waterblow,” ujar General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/8/2025) di Nusa Dua, Badung.
BMKG Wilayah III Denpasar memperingatkan adanya gelombang tinggi yang dipicu oleh tekanan udara tinggi dari Australia yang bergerak menuju selatan Indonesia.
“Kecepatan angin dari arah timur juga turut memengaruhi ketinggian gelombang, yang dalam pantauan kami mencapai antara 2 hingga 4 meter,” ujar Riski Dwi Saputro, Prakirawan Cuaca BMKG Denpasar, Kamis (7/8/2025).
Ia menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari siklus cuaca alamiah yang berulang. Masyarakat diimbau agar tetap waspada, aktif memantau prakiraan cuaca, dan menghindari aktivitas laut dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga memprediksi potensi gelombang di atas 2 meter masih bisa terjadi hingga 2–3 hari ke depan, khususnya di wilayah perairan selatan Bali.
Dalam upaya mitigasi risiko, ITDC memperketat pengamanan di dua titik utama:
1. Pulau Peninsula: Penempatan personel tambahan di sekitar Waterblow dan Pura Bias Tugel, pemasangan rambu peringatan, serta koordinasi dengan pengempon pura.
2. Pulau Nusa Dharma: Peningkatan patroli di jalur pejalan kaki dan pantai, penyiagaan personel untuk mencegah akses ke titik rawan, serta penyesuaian rute pengunjung jika kondisi memburuk.
"Saat ini, situasi masih terkendali dengan laporan adanya kerusakan ringan di sekitar area Waterblow," cetusnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan