Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ironi PAD Badung Triliunan, Masih Ada Banjar Hidup Tanpa Listrik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ironi pembangunan kembali mencuat di Bali. Meski Kabupaten Badung dikenal memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga triliunan rupiah, ternyata masih ada satu banjar dengan puluhan keluarga yang hidup tanpa akses listrik.
Hal ini diungkapkan Anggota DPD RI, Ni Luh Jelantik, saat menghadiri sebuah acara di Sanur, Kota Denpasar, Senin (25/8/2025). Ni Luh menyebut banjar yang belum teraliri listrik itu terungkap saat reses di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung. Tercatat di Dusun Tiyingan warga yang terdampak tanpa aliran listrik sekitar 40 KK.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tamparan keras di tengah gencarnya isu lingkungan dan pengelolaan sampah yang belum maksimal.
“Kebijakan sudah ada, tetapi penerapan dan sosialisasi di lapangan sangat minim. Kita dihadapkan pada masalah sampah, masalah lingkungan, dan sekarang fakta bahwa ada puluhan keluarga di satu banjar tidak punya lampu, tidak punya listrik,” tegas Ni Luh.
Ia menekankan, momentum ini seharusnya dijadikan dorongan untuk menerapkan energi terbarukan, misalnya pemasangan solar panel di desa-desa yang masih gelap gulita.
“Bayangkan, di kabupaten dengan PAD triliunan, ada banjar yang hidup tanpa listrik. Ini sangat ironis,” ujarnya.
Ni Luh menambahkan, isu ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga keadilan bagi masyarakat yang selama ini tertinggal dari sentuhan pembangunan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3329 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 736 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan