Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Digitalisasi Jadi Kunci Masa Depan BPR di Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keberadaan teknologi dan ekosistem yang berdaya saing adalah kunci masa depan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba.
“Wajib hukumnya bagi BPR untuk bisa eksis, untuk bisa memenuhi kebutuhan produk dan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya, Rabu (27/8/2025) di Batubulan, Gianyar.
Menurut Amitaba, kerja sama dalam penguatan teknologi menjadi langkah penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi BPR. Hal itu mencakup layanan digital, sistem pembayaran melalui QRIS, efektivitas operasional, hingga kemudahan proses kredit dan pengelolaan mobile banking.
“Harapan kami, melalui jaringan BPR Nusantara, berbagai masalah dapat terjawab. Dari sistem perbankan, digitalisasi, hingga efisiensi operasional. Ini bukan hanya untuk BPR Kanti, tapi juga vibrasi positif bagi seluruh BPR di Bali,” lanjutnya.
Ia menegaskan, jaringan BPR Nusantara adalah pintu menuju masa depan. Dengan adanya sinergi tersebut, BPR diyakini bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kuat, lebih eksis, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2959 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun