Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
GWK Tanggapi Polemik Pemagaran Akses Warga, Klaim Berdiri di Tanah Milik Perusahaan
bbn/dok beritabali/GWK Tanggapi Polemik Pemagaran Akses Warga, Klaim Berdiri di Tanah Milik Perusahaan.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) menanggapi polemik pemagaran jalan warga di kawasan Ungasan, Badung.
Dalam rilis tertulis yang diterima Beritabali.com, Jumat (26/9/2025), pihak GWK menegaskan pagar tersebut berdiri di atas tanah milik PT Garuda Adhimatra Indonesia (GAIN).
Hari Senin, 22 September 2025, telah terjadi pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Provinsi Bali, yang dipimpin oleh Komisi I DPRD Provinsi Bali yang memfasilitasi pertemuan antara Kuasa Hukum yang mewakili PT. Garuda Adhimatra Indonesia atau GWK dan masyarakat Desa Ungasan Banjar Giri Dharma.
Hal ini guna membicarakan terkait masalah Pemagaran Kawasan yang mencakup jalan di dalam kawasan GWK, yang berdampak pada beberapa Warga yang tinggal dan berbatasan di desa tersebut.
Pihak GWK menyayangkan rekomendasi DPRD Provinsi Bali yang meminta pembongkaran pagar dalam waktu satu minggu. Menurut GWK, pemagaran telah melalui sosialisasi kepada masyarakat dengan surat pemberitahuan tertanggal 30 April 2024 dan 10 Juli 2024, sebelum akhirnya pelaksanaan pemagaran dilakukan 10–20 September 2024.
GWK menekankan bahwa sebagai ikon nasional yang diakui UNESCO, keberadaan kawasan tersebut menjadi sumber nafkah bagi ratusan kepala keluarga lokal Bali.
Akses jalan kepada masyarakat merupakan salah satu ranah dan kewenangan pemerintah. Demikian pula terhadap hal tersebut, pihak GWK tetap siap berkontribusi untuk mendukung pemerintah khususnya dalam mencari solusi untuk penyediaan akses jalan tersebut.
Sejarah GWK
Ide pembangunan patung GWK tercetus sejak 1989 oleh I Nyoman Nuarta dan mendapat restu Presiden Soeharto pada 1990. Setelah melewati pasang surut, termasuk krisis moneter 1997–1998 dan masalah pembiayaan, proyek GWK akhirnya rampung di bawah pengelolaan PT Alam Sutera Realty Tbk.
GWK diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden Joko Widodo, dan kini menjadi salah satu ikon budaya serta destinasi internasional. Kawasan ini pernah menjadi lokasi penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022 serta World Water Forum tahun 2024.
"PT. Alam Sutera Realty Tbk berkomitmen penuh untuk menjaga dan melestarikan karya anak bangsa yang telah dibangun dengan perpaduan seni, budaya serta teknologi. Kami percaya Taman Budaya yang terawat, asri, serta aman akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, Pulau Bali, serta negara Republik Indonesia,” demikian tertulis dalam rilis.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan