Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Ekosistem Ikan Lemuru di Selat Bali Terancam, Peneliti UB Beberkan Fakta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ekosistem ikan lemuru di Selat Bali kini berada dalam kondisi rawan.
Hasil penelitian tim Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) yang dipimpin Dr. Ledhyane Ika Harlyan mengungkapkan, keberadaan lemuru terancam akibat penggunaan alat tangkap nelayan dan distribusi daerah tangkap yang terus menekan populasi.
Minimnya ekosistem lemuru akan berdampak pada keberlangsungan spesies Endangered, Threatened, and Protected (ETP) yang hidup di perairan Selat Bali.
Pada aspek alat tangkap, mayoritas nelayan menggunakan pukat cincin pelagis kecil dan jaring insang yang bersifat selektif. Meski interaksi dengan spesies dilindungi masih terbatas, tekanan terhadap populasi lemuru tetap besar.
Sementara distribusi daerah tangkap juga menimbulkan ancaman. Lokasi penangkapan lemuru tersebar di area yang sebagian besar berdekatan dengan habitat utama spesies ETP, sehingga berpotensi memengaruhi keberadaan biota dilindungi tersebut.
Sebagai tindak lanjut, tim peneliti merekomendasikan penyesuaian alat tangkap sesuai PERMEN KP No. 36 Tahun 2023, memperkuat koordinasi pengelolaan antara Jawa Timur dan Bali terkait armada, kuota tangkapan, serta zonasi penangkapan. Peneliti juga menekankan pentingnya forum pengelolaan perikanan lemuru yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha.
Dekan FPIK UB, Prof. Dr.Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., menegaskan hasil riset ini menjadi pijakan penting dalam pengelolaan berkelanjutan.
“Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional adalah kunci menjaga keberlanjutan perikanan Indonesia,” ujarnya.
Kajian ini dipaparkan dalam acara Kajian Spesies Endangered, Threatened, and Protected (ETP) di Selat Bali yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Rabu (24/9/2025).
Acara tersebut dihadiri pemangku kepentingan seperti DKP Jawa Timur, DKP Bali, Marine Stewardship Council (MSC), perguruan tinggi, serta perwakilan pelabuhan perikanan utama PPP Muncar (Banyuwangi) dan PPN Pengambengan (Jembrana).
Baca juga:
Populasi Ikan Karang Indonesia Terus Menurun
Dalam kesempatan itu, FPIK bersama MSC, DKP Jawa Timur, dan DKP Bali menandatangani kerja sama strategis untuk mendukung keberlanjutan perikanan lemuru di Selat Bali. (sumber: prasetya.ub.ac.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5758 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4591 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2197 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan