Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
IDC 2025 Tekankan Kemandirian Digital Lewat Tema Sovereign AI
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menggelar ajang tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025.
Tahun ini, IDC mengangkat tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, yang menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media dalam menghadapi gelombang transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dua pembicara kunci akan hadir, yakni Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.
Dalam kesempatan tersebut, AMSI juga akan menyerahkan dukungan simbolis terhadap revisi UU Hak Cipta dan Proposal Indonesia untuk Copyright & Digital Environment, yang diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat kedaulatan digital serta melindungi ekosistem media dari ketimpangan distribusi nilai ekonomi konten di era AI.
Selain kedua pembicara utama, IDC 2025 menghadirkan beragam narasumber lintas sektor, antara lain Martin Hartono (CEO GDP Venture), Willson Cuaca (Co-Founder & Managing Partner East Ventures), Angela Tanoesoedibjo (CEO iNews Media Group), Anggini Setiawan (Communications Director TikTok Indonesia), Arya Dwi Paramita (Corporate Secretary PT Pertamina Persero), Erik Somba (CEO Valid News), Qaris Tajudin (Direktur Tempo Institute), Dwi Eko Lokononto (CEO Berita Jatim), dan Hana Novitriani (Vice President ICE IDN Media).
Selama dua hari, para pembicara akan berbagi pandangan tentang peluang dan tantangan industri digital di tengah kemajuan teknologi AI.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan tema IDC 2025 dipilih karena kedaulatan AI menjadi kunci penting dalam menghadapi disrupsi teknologi.
“Tanpa kedaulatan AI, semua sektor industri dan bisnis kita, terutama ekosistem informasi dan media, bisa mengalami krisis eksistensial.” ujarnya.
Perkembangan AI memang membawa risiko disrupsi bagi industri media, namun juga membuka peluang bisnis dan inovasi baru. Media digital dituntut beradaptasi, memperkuat organisasi, serta menjaga kredibilitas dan transparansi untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan demokratis.
Ketua Panitia IDC 2025, Ismoko Widjaya, menyebut kondisi bisnis media digital saat ini sangat menantang, mulai dari disrupsi AI, perubahan algoritma, hingga gelombang PHK.
“Semoga dengan hadirnya IDC AMSI 2025 dapat memberikan angin segar, solusi, sekaligus harapan bagi industri media digital agar tak cuma bisa bertahan di industri ini tapi juga bisa tumbuh dan berkelanjutan." ujarnya.
Selain diskusi panel, IDC 2025 juga menghadirkan workshop tematik yang mempertemukan media arus utama dan media baru untuk memperkuat kolaborasi di tengah perubahan lanskap digital.
Sebagai penutup, AMSI akan menganugerahkan AMSI Award 2025, penghargaan bagi media yang berinovasi dan menjaga kualitas jurnalisme di tengah disrupsi teknologi.
Event IDC dan AMSI Awards 2025 ini mendapat dukungan dari berbagai perusahaan besar, termasuk PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, BNI, Pertamina, Telkom Indonesia, PLN, Indofood, MIND ID, Indosat, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3760 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1699 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang