Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Satgas Pangan Jembrana Sidak, Ancam Cabut Izin Pedagang Jual Beras di Atas HET
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satgas Pangan Kabupaten Jembrana kembali mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik penjualan beras, mulai dari pedagang tradisional, supermarket, hingga toko berjaringan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga beras tetap mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Made Suarta Wijaya, menegaskan bahwa sidak dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.
“Pokoknya kami tidak mau tahu. Harga beras harus sesuai standar demi stabilitas,” tegasnya, Kamis (30/10/2025).
Suarta Wijaya menjelaskan, pedagang yang ditemukan menjual beras di atas HET akan diberikan peringatan awal. Mereka diberi waktu satu minggu untuk menurunkan harga sesuai ketentuan. Jika pedagang tetap membandel, sanksi tegas pun menanti.
“Kalau tetap ngotot menjual di atas HET, kami akan ambil tindakan tegas. Izinnya bisa dicabut,” ujarnya.
Sidak terbaru dilakukan pada Rabu (29/10/2025) di CV Bumi Harum Manis, Jalan Danau Butan, Lelateng, Kecamatan Negara. Tim gabungan dari Satreskrim Polres Jembrana dan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan memeriksa stok hingga harga di lapangan.
Hasil sidak sebelumnya pada Senin (27/10/2025) menunjukkan masih ada pedagang yang menjual beras premium pada kisaran Rp15.200–Rp16.000 per kilogram, melebihi HET wilayah Jawa–Bali sebesar Rp14.900 per kilogram.
Suarta Wijaya menegaskan bahwa sosialisasi mengenai HET terbaru terus dilakukan agar pedagang memahami standar harga resmi dari pemerintah.
“HET beras premium Rp14.900 per kilo, beras medium Rp13.500, dan beras SPHP dari Bulog Rp12.500,” jelasnya.
Ia menyebutkan sidak tidak hanya dilakukan di 10 pasar tradisional di lima kecamatan, tetapi juga menjangkau pedagang di pelosok desa hingga produsen beras. Dengan langkah berkelanjutan ini, pemerintah berharap harga beras di seluruh wilayah Jembrana dapat terseragamkan dan stabil.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1982 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1841 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun