Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Cegah Perundungan Siswa Berkebutuhan Khusus, SLBN 1 Bangli Perketat Pengawasan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kasus perundungan dapat terjadi di mana saja, termasuk di satuan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Karena itu, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Bangli memperketat pengawasan dan memperkuat upaya pencegahan agar peserta didik lebih terlindungi.
Pihak sekolah mengimplementasikan Permendikbud Ristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan Perundungan dan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan. Langkah tersebut diwujudkan melalui surat keputusan sekolah serta pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.
Kepala SLBN 1 Bangli, I Wayan Mudayana, menyampaikan bahwa pencegahan perundungan di sekolah luar biasa memerlukan pengawasan dan literasi yang lebih intensif.
“Dalam upaya mencegah perundungan pada sekolah luar biasa memang diperlukan pengawasan dan literasi yang lebih intens, karena seluruh anak SLB memiliki kekurangannya masing-masing,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sekolah menggencarkan program literasi pagi ‘Kelapa’. Setiap pagi sebelum kegiatan belajar, siswa diberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan fisik, verbal, maupun di media sosial. Edukasi dilakukan dengan metode menyenangkan seperti menonton video, bernyanyi, dan permainan yang menciptakan suasana ceria dan penuh kekeluargaan.
Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan lebih mudah memahami dan mengingat bahaya perundungan.
Duta Anti Perundungan SLBN 1 Bangli, I Komang Arya, menambahkan bahwa dirinya terus mengingatkan teman-temannya untuk tidak bermain berlebihan dan selalu menjaga perasaan orang lain.
“Untuk mencegah terjadinya perundungan, saya terus mengingatkan teman agar dalam bermain tidak terlalu berlebihan. Kedepan saya akan berusaha mengingatkan teman-teman agar tidak melakukan perundungan,” katanya.
Ke depan, SLBN 1 Bangli bersama seluruh pihak terkait berkomitmen untuk memperkuat edukasi dan pembinaan perilaku siswa sehingga kasus perundungan dapat dicegah sedini mungkin.
“Kami akan terus berupaya melakukan edukasi agar anak-anak bisa berperilaku baik, sehingga kasus perundungan tidak terjadi,” tutup Mudayana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun