Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Anak-anak di Desa Keramas Dibekali Penguatan Budaya dan Agama Hindu di Pasraman Kilat
beritabali/ist/Anak-anak di Desa Keramas Dibekali Penguatan Budaya dan Agama Hindu di Pasraman Kilat.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Adat Keramas, Kecamatan Blahbatuh menggelar pasraman kilat untuk memperkuat budaya dan agama Hindu bagi anak-anak di wilayah tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pasraman Gunamanta Widya Dharma ini diikuti 36 peserta dari sekolah dasar di Desa Adat Keramas.
Pasraman kilat berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat 14 November hingga Minggu 16 November 2025. Seluruh peserta mengikuti pendidikan nonformal yang dikemas dengan pelatihan langsung, berlangsung di Wantilan Pura Puseh.
Anak-anak berpakaian adat dibekali berbagai materi oleh acarya dan pemateri dari Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar serta praktisi desa setempat. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Panca Sraddha, Budi Pekerti, Tri Hita Karana, Panca Yadnya, Tata Kramaning Sembah (doa sehari-hari), Yoga Asana, hingga keterampilan Hindu seperti membuat alat-alat upacara.
Bandesa Adat Keramas, I Nyoman Puja Waisnawa, mengatakan program pasraman ini merupakan amanat dari Pemerintah Provinsi Bali melalui program APBD Berencana Semesta yang digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster sejak empat tahun lalu. Program ini kemudian diimplementasikan oleh desa adat sebagai agenda tahunan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat budaya dan agama Hindu Bali, terutama kepada anak-anak, yang merupakan generasi alfa, yang lebih dominan bermain dengan gadget,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap eksistensi budaya dan agama Hindu Bali ke depan menjadi alasan penting bagi prajuru Desa Adat Keramas untuk secara rutin menyelenggarakan pasraman kilat. Peserta yang merupakan anak-anak SD dipandang sebagai generasi penerus pelestarian budaya.
“Sehingga, mereka ini merupakan fondasi bagi desa adat dalam mengajegkan budaya dan agama Hindu Bali,” jelas dia.
Menurutnya, di era saat ini langkah konkret pelestarian budaya melalui program pasraman sangat penting dilakukan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3860 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1697 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1559 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun