Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
IGD RSUD Karangasem Utamakan Pasien Dulu Ketimbang Urus Administrasi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karangasem kini mengalami perombakan total dengan mengedepankan penanganan pasien dibandingkan pengurusan administrasi. Kebijakan ini mulai diterapkan sejak beberapa bulan terakhir.
Perubahan tersebut dilakukan oleh Direktur RSUD Karangasem yang baru, dr. Putu Angga Wirayogi, sebagai respons atas berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan IGD, terutama yang selama ini dikeluhkan soal administrasi.
"Astungkare pelayanan sudah mebaik, setelah kita melihat dan mepelajari keluhan masyarakat utamanya di IGD, kami seijin pak Bupati akhirnya memotong alur dengan mengintruksikan agar setiap pasien yang datang harus mendapatkan pelayanan dulu, untuk urusan adminintrasi bisa belakangan," ujar Wirayogi baru-baru ini.
Menurut dokter asal Kecamatan Rendang yang telah menjabat sebagai Direktur RSUD Karangasem selama empat bulan terakhir itu, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi psikologis pasien dan keluarga yang umumnya datang dalam keadaan panik.
"Jadi pasien ini kita utamakan agar tertangani dulu, nanti ketika pasien sudah tertangani dan keluarga sudah tenang baru kemudian bisa diproses adminintrasinya," tambahnya.
Selain pembenahan di IGD, manajemen RSUD Karangasem juga berkomitmen memperbaiki pelayanan dan fasilitas secara berkelanjutan, termasuk mengatasi persoalan antrean di Poliklinik yang selama ini kerap dikeluhkan.
Saat ini, sistem antrean Poliklinik telah diberlakukan secara online. Pasien dapat memantau pergerakan nomor antrean dari rumah, sehingga diharapkan tidak perlu lagi menunggu terlalu lama di rumah sakit.
Dari sisi tenaga medis, RSUD Karangasem kini memiliki sebanyak 39 dokter spesialis. Jumlah ini dinilai hampir lengkap, meskipun dari sisi pelayanan masih diakui perlu terus ditingkatkan.
Merespons berbagai keluhan dan isu yang berkembang, pihak rumah sakit juga menerapkan sistem pendisiplinan bagi seluruh tenaga medis, baik dokter, perawat, bidan, maupun staf pendukung.
"Jujuar ketika kita mendisiplinkan ini, tidak bisa seperti menasehati anak kecil. Ini sudah saya buatkan sistem, ketika ada salah satu faktor yang tidak disiplin atau ada rantai petugas yang salah, maka sistem akan aproud dimana akan mengagalkan klaim dari BPJS, sehingga akan berpengaruh terhadap jaspel mereka sendiri dan saya rasa ini cukup adil," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 756 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman