Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Rencana TPA Datah di Karangasem Tuai Penolakan Warga
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Rencana pembangunan TPA di wilayah Banjar Tegallanglang, Desa Datah, Kecamatan Abang mulai mendapat respons beragam dari masyarakat setempat.
Sejumlah warga menyampaikan keberatan mereka setelah Pemkab Karangasem melakukan sosialisasi terkait pembangunan fasilitas pengolahan sampah residu tersebut.
Perbekel Desa Datah, I Gede Subrata menjelaskan bahwa respons warga muncul karena lokasi TPA yang direncanakan berada sangat dekat dengan fasilitas pendidikan. Jarak titik pembangunan dengan SD Negeri 6 Datah diperkirakan hanya sekitar 50 meter, ditambah lagi adanya PAUD yang juga beroperasi di sekitar area tersebut.
“Warga khawatir aktivitas TPA nantinya mengganggu proses belajar mengajar dan berdampak pada kesehatan siswa,” ujar Gede Subrata kepada wartawan Senin (8/12/2025).
Selain dekat dengan sekolah, masyarakat juga menyoroti aspek lingkungan. Kawasan Datah merupakan salah satu wilayah penyangga pariwisata dan memiliki banyak pura di sekitarnya. Temuan adanya aliran sungai di lokasi juga menambah kekhawatiran mengenai potensi pencemaran apabila TPA tetap dibangun.
Respons warga ini muncul setelah sosialisasi yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu. Menurut Perbekel, pada tahap awal rencana tersebut sempat berjalan mulus, namun setelah penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi dan potensi dampaknya, sejumlah warga mulai menyampaikan keberatan.
“Setelah sosialisasi baru muncul riak-riak dari warga. Saat ini kami mempertimbangkan untuk fokus membangun TPST desa sebagai alternatif,” kata Subrata.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Nyoman Tari, membenarkan bahwa pembangunan TPA di Datah masih dalam proses studi kelayakan. Ia menyebut lokasi tersebut dinilai layak, namun terdapat sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan, seperti sempitnya akses jalan dan kedekatan dengan sekolah yang mengharuskan adanya pemagaran dan mitigasi lainnya.
“Tempat itu layak, tetapi ada catatan yang harus dipenuhi,” ujar Tari.
Terkait respons masyarakat, Tari tidak menampik adanya penolakan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi lanjutan agar rencana pengelolaan sampah di Karangasem dapat berjalan optimal.
“Lahan itu adalah lahan provinsi. Pemprov baru bisa melepas jika masyarakat setuju. Kami akan upayakan sosialisasi lagi, sambil menunggu arahan pimpinan daerah,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang