Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rencana TPA Datah di Karangasem Tuai Penolakan Warga
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Rencana pembangunan TPA di wilayah Banjar Tegallanglang, Desa Datah, Kecamatan Abang mulai mendapat respons beragam dari masyarakat setempat.
Sejumlah warga menyampaikan keberatan mereka setelah Pemkab Karangasem melakukan sosialisasi terkait pembangunan fasilitas pengolahan sampah residu tersebut.
Perbekel Desa Datah, I Gede Subrata menjelaskan bahwa respons warga muncul karena lokasi TPA yang direncanakan berada sangat dekat dengan fasilitas pendidikan. Jarak titik pembangunan dengan SD Negeri 6 Datah diperkirakan hanya sekitar 50 meter, ditambah lagi adanya PAUD yang juga beroperasi di sekitar area tersebut.
“Warga khawatir aktivitas TPA nantinya mengganggu proses belajar mengajar dan berdampak pada kesehatan siswa,” ujar Gede Subrata kepada wartawan Senin (8/12/2025).
Selain dekat dengan sekolah, masyarakat juga menyoroti aspek lingkungan. Kawasan Datah merupakan salah satu wilayah penyangga pariwisata dan memiliki banyak pura di sekitarnya. Temuan adanya aliran sungai di lokasi juga menambah kekhawatiran mengenai potensi pencemaran apabila TPA tetap dibangun.
Respons warga ini muncul setelah sosialisasi yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu. Menurut Perbekel, pada tahap awal rencana tersebut sempat berjalan mulus, namun setelah penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi dan potensi dampaknya, sejumlah warga mulai menyampaikan keberatan.
“Setelah sosialisasi baru muncul riak-riak dari warga. Saat ini kami mempertimbangkan untuk fokus membangun TPST desa sebagai alternatif,” kata Subrata.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Nyoman Tari, membenarkan bahwa pembangunan TPA di Datah masih dalam proses studi kelayakan. Ia menyebut lokasi tersebut dinilai layak, namun terdapat sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan, seperti sempitnya akses jalan dan kedekatan dengan sekolah yang mengharuskan adanya pemagaran dan mitigasi lainnya.
“Tempat itu layak, tetapi ada catatan yang harus dipenuhi,” ujar Tari.
Terkait respons masyarakat, Tari tidak menampik adanya penolakan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi lanjutan agar rencana pengelolaan sampah di Karangasem dapat berjalan optimal.
“Lahan itu adalah lahan provinsi. Pemprov baru bisa melepas jika masyarakat setuju. Kami akan upayakan sosialisasi lagi, sambil menunggu arahan pimpinan daerah,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan