Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemilihan Ketua MDA Buleleng Diwarnai Protes
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemilihan Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Buleleng yang diselenggarakan di Gedung Wanita Laksmi Graha, Buleleng, pada Jumat (12/12) diwarnai dengan aksi protes dari warga Desa Adat Banyuasri.
Pasalnya, mereka menilai I Nyoman Westha tak pantas terpilih menjadi Ketua MDA Buleleng periode 2025-2030.
Dari pantauan di lapangan, aksi protes ini dilakukan dengan membentangkan sejumlah spanduk, di areal Gedung Wanita Laksmi Graha. Salah satu spanduknya bergambarkan foto Nyoman Westha yang diberi tanda silang. 'Ada apa? Hanya 2 suara /kec menjadi pengurus di MDA Kab Buleleng. Kembalikan marwah MDA' tulis warga dalam spanduk itu.
Tokoh Masyarakat Desa Adat Banyuasri, Gede Surya menyebut, Nyoman Westha merupakan mantan Kelian Desa Adat Banyuasri pada tahun 2017 silam. Di mata warga, Westha memiliki rekam jejak yang buruk.
"Kami sebagai masyarakat menuntut agar Pak Westha tidak dicalonkan atau masuk dalam pengurusan MDA Buleleng, karena dia sudah membuat kisruh di Banyuasri. Dia menjadi aktor utama di balik penolakan hasil pemilihan Kelian Adat Kami. Dia mendukung 11 krama kami untuk melakukan pembangkangan, hingga terjadi proses wicara dan perdata di peradilan," ungkapnya.
Namun meski upaya penolakan dilakukan oleh warga, hasil paruman menyatakan Nyoman Westha terpilih menjadi Ketua MDA Buleleng periode 2025-2030. Ia pun akan segera dikukuhkan oleh MDA Bali, dalam waktu dekat.
Ketua Sidang Paruman, Made Wena menilai aksi yang dilakukan oleh warga Desa Adat Banyuasri ini bukan sebagai sebuah penolakan, melainkan mempertanyakan terkait proses pemilihan.
"Paruman madya sudah berlangsung dari Oktober 2025, dimulai dari sosialisasi kepada bendesa adat se Bali, kemudian melakukan proses penjaringan untuk melahirkan bakal calon," terangnya.
Di Buleleng, tercatat ada orang 8 yang menjadi bakal calon prajuru MDA Buleleng. Namun setelah dilakukan proses penjaringan dan wawancara bersama 11 pakar di MDA Bali, hanya ada 5 orang yang berhasil ditetapkan menjadi calon prajuru MDA Buleleng.
"Wawancara dari 11 pakar ini bukan tes ujian. Melainkan menggali tentang komitmen dan kinerja, mereka. Sehingga kemudian diputuskan ada 5 orang yang bisa menjadi calon prajuru MDA Buleleng," terangnya.
Lima orang calon prajuru itu masing-masing I Nyoman Westha, Ketut Indrayasa, Nyoman Darma Wartha, Gede Arsa Wijaya, Made Ardirat. Kelima calon itu kemudian diberikan kebebasan untuk memilih siapa yang menjadi Ketua, Petajuh, Patengen dan Nyarikan.
"Karena ini sifatnya kolektif kolegial. Yang memilih siapa yang jadi ketua adalah kelima calon itu. Mereka yang bersepakat. Bukan ditentukan oleh kami," jelasnya.
Sementara Ketua MDA Buleleng terpilih, I Nyoman Westha menyebut, akan segera membuat program untuk menguatkan kelembagaan, meningkatkan kapasitas keprajuruan, serta mempertahankan dan melestarikan tradisi dan kearifan lokal yang ada di desa adat.
"Desa adat harus tetap eksis. Desa adat sebagai pemilik budaya, wajib dipertahankan lewat penguatan kapasitas prajuru desa adat," katanya.
Disinggung terkait adanya penolakan dari warga Desa Adat Banyuasri, Westha menyebut hal itu bagian demokrasi. Ia pun berjanji tidak akan menganak-tirikan desa adat tersebut, dan akan memberikan pelayanan merata untuk seluruh 169 desa adat di Buleleng.
"Tidak ada istilah anak tiri. 169 desa adat Buleleng wajib kami layani dengan baik. Tidak ada unsur pribadi yang dicampur dengan lembaga. Desa adat harus tetap eksis dan harus kami rangkul semua. Kami sebagai orang tua sekarang, berikan kesempatan dan ruang untuk bekerjasama," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2251 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan