Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Hujan Deras, Tembok Rumah Warga Buleleng Amblas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng sejak Minggu (14/12) malam menyebabkan tembok rumah warga amblas serta menimbulkan genangan air di sejumlah titik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data BPBD Buleleng, tembok yang amblas menimpa rumah milik Nengah Remada di Desa Suwug, Kecamatan Sawan. Tembok kamar mandi, dapur, hingga tembok penyengker sepanjang delapan meter dilaporkan jebol pada Minggu (14/12), dengan taksiran kerugian mencapai Rp15 juta.
Di lokasi lain, senderan rumah milik Putu Jeniarta sepanjang 10 meter di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, juga dilaporkan jebol. Akibat kejadian tersebut, Jeniarta diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.
“Untuk tembok rumah warga yang jebol akibat hujan deras kemarin sudah kami assesment untuk bantuan perbaikan, dan telah disalurkan bantuan berupa terpal dan sembako,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, Senin (15/12).
Selain kerusakan bangunan, genangan air setinggi mata kaki terjadi di beberapa titik Kota Singaraja. Genangan terpantau di jalan utama Desa Pemaron, Desa Baktiseraga, serta kawasan Perumahan Satelit, Kelurahan Banyuasri.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, menyebut genangan air tersebut sebagian besar disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran drainase. Sampah yang ditemukan antara lain potongan kayu, batang pisang, hingga sampah plastik.
Menurut Adiptha, sebagian besar sampah tersebut merupakan kiriman dari wilayah hulu. Pasalnya, pembersihan drainase di kawasan perkotaan sudah rutin dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
“Saat ada genangan air, kami langsung mengerahkan petugas untuk membersihkan sampah yang menyumbat saluran drainase. Sampahnya banyak sekali, sampai dua truk yang berhasil kami kumpulkan untuk di wilayah Desa Pemaron dan Baktiseraga,” ungkap Adiptha.
Baca juga:
Tanah Lima Rumah Warga Amblas Misterius
Atas kejadian tersebut, Adiptha berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran drainase. “Sampah yang dibuang ke saluran drainase itu mempercrpat terjadinya banjir,” jelasnya.
Terkait penanganan di kawasan Perumahan Satelit, Adiptha menyampaikan pihaknya akan melakukan normalisasi saluran drainase serta memecah beban volume air dari arah hulu menuju Tukad Banyumala.
“Untuk yang di Satelit, salurannya memang menyempit. Itu akan kami perbesad untuk memperlancar air ke daerah hilir,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan