Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Bibit Siklon 96S Picu Hujan dan Gelombang Tinggi di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bibit Siklon Tropis 96S mulai memberi dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Bali. Dampak yang paling terasa adalah potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang, terutama di wilayah pesisir selatan Pulau Dewata.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selain memengaruhi wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sistem cuaca ini juga berdampak pada perairan selatan Bali. Angin kencang berpotensi terjadi di pesisir selatan Bali hingga NTT, disertai peningkatan tinggi gelombang laut.
BMKG memprakirakan, bibit siklon tersebut dapat memicu gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter di sejumlah perairan. Namun, kondisi yang lebih berisiko diperkirakan terjadi di Selat Bali bagian selatan dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter.
Analisis BMKG yang dirilis pada Jumat pagi, 26 Desember 2025, menyebutkan bahwa dampak cuaca tersebut berpotensi berlangsung dalam 24 jam ke depan. Bibit Siklon Tropis 96S sendiri mulai terpantau di Samudra Hindia selatan NTB sejak Kamis, 25 Desember 2025 dini hari.
Saat diamati, sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1003 hPa. BMKG memprediksi, sirkulasi bibit siklon akan melemah dan melebar pada Sabtu pagi, namun kembali menunjukkan peningkatan dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot pada akhir pekan.
Pergerakan sistem diperkirakan ke arah timur pada Jumat hingga Sabtu sebelum berbelok ke arah barat pada Sabtu hingga Minggu. Faktor wind shear vertikal yang kuat dinilai akan menghambat perkembangan bibit siklon ini menjadi sistem yang lebih intens.
Sementara itu, peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyebut dampak bibit siklon 96S mulai terasa sejak Jumat malam. Menurutnya, efek hujan deras tidak hanya dirasakan di wilayah Nusa Tenggara, tetapi juga meluas ke sejumlah daerah lain.
"Berpotensi meluas ke timur," ujarnya.
Erma sebelumnya menjelaskan bahwa bibit siklon 96S berasal dari siklonik vortex yang tumbuh di wilayah Laut Sawu sebelum membesar dan menguat. Ia mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi, khususnya di kawasan pesisir selatan Bali hingga Lombok. (sumber: tempo.co)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3734 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang