Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Arus Libur Tahun Baru ke Bali, ASDP Catat Penurunan Penumpang di Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang puncak pergerakan malam Tahun Baru 2026, aktivitas penyeberangan di lintasan Jawa–Bali mulai menunjukkan peningkatan. Kondisi ini terlihat jelas di Pelabuhan Gilimanuk yang menjadi pintu utama masuk Bali dari Pulau Jawa.
Data operasional PT ASDP Indonesia Ferry mencatat arus balik dari Jawa menuju Bali mulai menguat sejak H+2 Natal. Peningkatan ini seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan pola kenaikan arus tahun ini cenderung lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh fleksibilitas waktu perjalanan masyarakat.
“Kami melihat pergerakan yang lebih tersebar. Kebijakan WFA menjelang Tahun Baru membuat masyarakat bisa memilih waktu perjalanan yang lebih longgar sehingga tak terjadi penumpukan di satu titik waktu,” ujarnya.
Menurut Heru, pola perjalanan yang lebih menyebar tersebut berdampak positif terhadap pengelolaan operasional penyeberangan. Dengan kondisi itu, layanan dapat dijaga tetap stabil, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa.
Berdasarkan data Posko Ketapang pada Jumat (27/12) atau H+2 Natal, tercatat sebanyak 226 trip penyeberangan dari Jawa menuju Bali. Total penumpang mencapai 26.441 orang atau meningkat tipis sebesar 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Volume kendaraan juga mengalami kenaikan menjadi 6.593 unit atau bertambah 1,4 persen. Kendaraan roda empat mendominasi dengan jumlah 2.975 unit, disusul truk logistik sebanyak 1.686 unit yang menunjukkan distribusi barang tetap berjalan normal.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa menunjukkan tren berbeda. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan terjadi penurunan tipis jumlah penumpang, namun justru diikuti peningkatan volume kendaraan.
“Penumpang dari Gilimanuk ke Jawa tercatat 27.090 orang atau turun 0,3 persen. Namun untuk kendaraan naik menjadi 7.530 unit. Ini menunjukkan aktivitas masyarakat dan distribusi barang tetap bergerak stabil menjelang akhir tahun,” katanya.
“Kami terus memonitor arus dua arah, dan memastikan seluruh layanan berjalan responsif sesuai kondisi lapangan,” imbuhnya.
Untuk menjaga kelancaran layanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, ASDP menerapkan pola operasi adaptif. Sebanyak 28 kapal disiagakan dalam kondisi normal dan dapat ditambah hingga 34 kapal saat terjadi kepadatan tinggi.
Dari sisi infrastruktur, Pelabuhan Ketapang memiliki kapasitas tampung hingga 2.370 kendaraan kecil. Sementara Pelabuhan Gilimanuk mampu menampung sekitar 1.335 kendaraan kecil. Kesiapan operasional juga didukung oleh sekitar 350 personel di Ketapang dan 250 personel di Gilimanuk.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+2, total penumpang dari Bali menuju Jawa tercatat 283.267 orang atau turun 5,3 persen dibandingkan tahun lalu, sementara jumlah kendaraan meningkat menjadi 80.886 unit atau naik 2,6 persen. Dari Jawa menuju Bali, tercatat 303.595 penumpang atau turun 5,3 persen, dengan total kendaraan mencapai 81.795 unit atau naik 0,6 persen.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang