Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Menkes Budi Tegaskan Super Flu Bukan Virus Baru: Flu Biasa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan disebut sebagai super flu bukan merupakan virus baru dan tidak memiliki tingkat kematian seperti COVID-19 maupun tuberkulosis (TBC). Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.
"Jadi, nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. Influenza H3N2," kata Menkes Budi pada Sabtu, 3 Januari 2025.
Ia menjelaskan, virus influenza H3N2 telah lama beredar dan memiliki karakteristik serupa flu musiman. Penyakit ini dapat menyerang seseorang lebih dari satu kali, terutama saat kondisi daya tahan tubuh menurun.
Menurut Menkes, di negara-negara dengan empat musim, kasus influenza H3N2 umumnya meningkat saat musim dingin. Sementara di wilayah tropis seperti Indonesia, lonjakan kasus cenderung lebih rendah.
"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," ujarnya.
Meski tidak tergolong berbahaya, masyarakat tetap diimbau menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Menkes menekankan pentingnya pola hidup sehat, mulai dari istirahat cukup, olahraga teratur, hingga menjaga asupan gizi seimbang.
"Kalau immune system kita bagus, itu kita bisa mengatasi sendiri. Tubuh kita karunia Tuhan ini luar biasa. Ini sudah ada tentaranya sendiri yang melawan virus-virus itu," kata Budi.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa vaksin influenza yang saat ini tersedia masih efektif menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza A (H3N2), menyusul maraknya informasi mengenai subclade K.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyatakan bahwa berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), subclade K tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan klade influenza lainnya.
"Gejala umumnya seperti flu musiman, yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan," kata Widyawati di Jakarta.
Pemerintah tetap melakukan surveilans dan pelaporan secara ketat. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) di delapan provinsi, dengan sebaran terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Widyawati memastikan seluruh varian yang ditemukan merupakan varian yang telah dikenal secara global dan terus dipantau melalui sistem surveilans WHO. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3745 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1680 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang