Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lansia di Mengwi Hilang Masih Belum Ditemukan

Jumat, 9 Januari 2026, 21:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Lansia di Mengwi Hilang Masih Belum Ditemukan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Seorang lansia bernama Ni Ketut Menuh (72), warga Lingkungan Umahanyar Anggungan, Desa Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dilaporkan hilang sejak Jumat malam, 2 Januari 2026. Hingga kini, Polsek Mengwi bersama Polres Badung masih melakukan upaya pencarian intensif.

Hilangnya Ketut Menuh pertama kali diketahui oleh pihak keluarga. PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan kejadian bermula saat menantu korban, Ni Wayan Murni (55), mengecek kamar korban yang berada di depan rumah.

Namun, korban tidak ditemukan di dalam kamar. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada suaminya, I Wayan Sutarba (55), yang merupakan anak kandung korban. Keduanya lalu berupaya mencari Ketut Menuh di sekitar rumah dan lingkungan sekitar, termasuk menanyakan kepada warga.

"Namun, karena dua hari tidak ketemu, keduanya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Badung," ungkap Aiptu Inastuti.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum dinyatakan hilang, Ketut Menuh sempat terlibat cekcok mulut dengan salah satu anggota keluarga. Perselisihan itu dipicu karena korban menolak pindah dari kamarnya yang berada di bagian depan rumah.

"Mereka membujuk agar Ketut Menuh berpindah dari kamarnya yang berada di dalam rumah. Karena kamar yang ditempati korban sudah bocor saat hujan. Namun, korban tetap menolak pindah," jelas Ayu.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa dalam aktivitas sehari-hari, Ketut Menuh berjalan dengan bantuan tongkat kayu. Setelah menerima laporan kehilangan tersebut, personel Polres Badung langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian di sekitar rumah korban.

Dugaan sementara, korban tidak berada jauh dari rumah. Fokus pencarian diarahkan ke aliran sungai yang berada di sebelah selatan rumah korban.

"Fokus pencarian diarahkan ke aliran sungai yang berada di sebelah selatan rumah korban. Dugaan sementara, korban terpeleset ke bawah sungai," beber Aiptu Inastuti.

Memasuki sepekan korban dinyatakan hilang, pencarian kemudian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara, mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel setelah menerima laporan.

"Kami terima laporan kejadian pagi ini pada pukul 09.00 WITA dari Kepala Lingkungan Uma Anyar," jelasnya dalam keterangan pers, Jumat (9/1/2026) siang.

Ia menyebutkan, enam personel Basarnas diterjunkan ke lokasi dengan dilengkapi peralatan SAR air, drone thermal, serta perlengkapan medis. Langkah ini dilakukan mengingat adanya aliran sungai di sekitar lokasi rumah korban.

"Pertimbangan tim membawa peralatan SAR air, karena di daerah itu ada sungai, sementara dicurigai terjatuh ke sungai," ungkapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami