Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
MBG di Bali Bidik 507 Ribu Penerima di 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bali mulai digerakkan secara bertahap dengan target penerima yang cukup besar pada tahun 2026.
Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali menetapkan sasaran 507 ribu penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi kelompok rentan.
Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina, menyebut target tersebut disesuaikan dengan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah tersedia di Bali. Program MBG menyasar siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, dan mulai diimplementasikan sejak awal tahun ini.
Pada hari pertama pelaksanaan, Kamis (8/1), jumlah penerima manfaat masih berada di bawah target, yakni 182.782 orang. Kondisi ini dipengaruhi oleh masih banyaknya SPPG yang baru memasuki tahap uji coba operasional sehingga belum dapat beroperasi secara maksimal.
Risca menjelaskan, sejumlah SPPG belum mampu langsung memproduksi 2.500 paket MBG per hari. Untuk tahap awal, setiap SPPG dibatasi menyalurkan sekitar 1.000 paket, dengan peningkatan kapasitas secara bertahap setiap minggu seiring kesiapan operasional.
Di sisi lain, BGN Bali mencatat kebutuhan riil penerima Program Makan Bergizi Gratis di Bali sejatinya bisa mencapai 1 juta orang. Untuk mengakomodasi angka tersebut, dibutuhkan sedikitnya 355 SPPG yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Namun, percepatan pembangunan SPPG menghadapi tantangan, salah satunya keterbatasan pengusaha dalam memenuhi target pembangunan fasilitas dalam waktu 45 hari. Kendala ini membuat distribusi SPPG belum merata di semua wilayah.
Saat ini, Denpasar, Jembrana, dan Tabanan tercatat memiliki jumlah SPPG terbanyak, sekitar 23 unit. Denpasar menjadi daerah dengan fasilitas terbanyak, sementara Kabupaten Klungkung masih menjadi wilayah dengan jumlah SPPG paling sedikit, yakni tujuh unit. Di wilayah kepulauan Nusa Penida, baru terdapat satu SPPG reguler.
Untuk mengejar pemerataan layanan, BGN Bali menargetkan penambahan 180 SPPG baru sepanjang tahun ini. Penambahan tersebut dirancang menyebar ke seluruh wilayah Bali agar jangkauan program semakin luas.
Nusa Penida sendiri saat ini memiliki satu SPPG reguler dengan sekitar 3.000 penerima manfaat. Wilayah ini juga masuk kategori daerah 3T, sehingga menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis.
Selain fokus pada jumlah penerima, BGN Bali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas layanan. Evaluasi rutin terhadap SPPG akan terus dilakukan untuk memastikan standar gizi dan kebersihan makanan tetap terjaga.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan pada tahun 2025, di mana terdapat menu makanan yang tidak sesuai angka kecukupan gizi, bahkan laporan temuan ulat dalam makanan. Kejadian tersebut dijadikan bahan evaluasi agar kualitas MBG di Bali pada 2026 berjalan lebih baik dan aman bagi seluruh penerima manfaat. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3747 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1682 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang