Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
547 Gempa Guncang Bali Sepanjang 2025, BMKG Sebut Masih Normal
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pusat Gempabumi Regional III Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III mencatat sebanyak 547 rangkaian gempabumi tektonik mengguncang wilayah Bali sepanjang tahun 2025. Dari ratusan kejadian tersebut, 10 di antaranya dilaporkan dirasakan masyarakat.
Akram Mujahid, PMG Muda Pusat Gempabumi Regional III, menjelaskan aktivitas kegempaan tersebut dipicu oleh keberadaan sesar aktif di daratan Pulau Bali.
"Selama Tahun 2025 kami telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 547 kejadian khususnya di wilayah Bali, dengan 10 kejadian gempabumi dirasakan," jelasnya, Minggu (11/1/2026) di Badung.
Ia menyebutkan, kekuatan gempa yang tercatat memiliki rentang magnitudo yang cukup bervariasi, mulai dari yang kecil hingga menengah.
"Magnitudo minimal, yaitu 1.1 pada 01 Maret 2025, serta Magnitudo Maksimum yaitu 5.4 pada tanggal 17 April 2025," ujarnya.
Menurut Akram, sebaran kejadian gempa sepanjang 2025 tergolong merata, mulai dari wilayah utara Pulau Bali hingga perairan Selat Bali. Sebagian besar gempa disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di daratan Bali.
"Untuk sebaran kejadian gempa bumi terjadi selama periode Tahun 2025 bisa di katakan tersebar, terjadi baik mulai dari wilayah Utara Pulau Bali yaitu Kabupaten Buleleng seperti Kecamatan Seririt, Utara bagian Laut Kabupaten Karangasem, Wilayah Selatan pada Kabupaten Kuta Utara, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Untuk Kegempaan ini disebabkan oleh adanya aktivitas sesar aktif di daratan Pulau Bali (Pramana, 2023) serta di wilayah Perairan Selat Bali Bagian Selatan yang juga disebabkan karena adanya aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia dibawah Lempeng Eurasia," paparnya.
Ia menegaskan, secara umum aktivitas kegempaan di Bali selama 2025 masih berada dalam kondisi normal dan terus dipantau secara intensif oleh BMKG.
"Aktivitas kejadian gempa bumi selama periode 2025 bisa dibilang normal, namun keakuratan dalam melakukan analisa dan pengolahan data gempa bumi juga di dukung dengan penambahan jumlah sensor pencatat gempa yang makin rapat, sehingga bahkan kejadian gempa bumi yang kecil seperti Magnitudo 1,1 dapat dianalisa," tutup Akram.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang