Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Dua Kasus Super Flu Terdeteksi di Denpasar, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh
bbn/ilustrasi/cnnindonesia.com/Dua Kasus Super Flu Terdeteksi di Denpasar, Dinkes Pastikan Sudah Sembuh.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mengonfirmasi ditemukannya dua kasus positif super flu atau influenza A (H3N2) subclade K di Kota Denpasar.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang karena kedua pasien tersebut telah dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas normal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa dua kasus tersebut sebenarnya terjadi pada Oktober 2025. Informasi baru diterima belakangan karena proses pemeriksaan laboratorium dilakukan di laboratorium rujukan nasional dengan waktu hasil yang cukup lama.
“Kami kirim ke lab nasional, kendalanya adalah hasilnya itu memang cukup lama dan hasilnya ditemukan dua kasus ini, baru kami terima kami telusuri bahwa pasiennya itu dirawat di bulan Oktober,” katanya.
Menurut Raka Susanti, setelah hasil diterima, pihaknya langsung melakukan penelusuran epidemiologi. Dari hasil konfirmasi, kedua pasien telah pulih dan tidak lagi mengalami keluhan kesehatan.
Dinkes Bali mencatat kedua pasien berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 40–45 tahun. Keduanya tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan sempat dirawat di RSUD Wangaya, Denpasar, yang menjadi rumah sakit sentinel untuk penanganan kasus influenza berat.
Selain itu, dua pasien tersebut dipastikan tidak memiliki hubungan keluarga maupun kontak erat satu sama lain. Atas dasar itu, Dinkes Bali segera melakukan surveilans terhadap keluarga dan lingkungan sekitar masing-masing pasien.
“Kami juga sudah telusuri di sekitarnya itu tidak ada yang mengeluh keluhan yang sama influenza,” ucap Raka Susanti.
Saat dirawat pada Oktober 2025, kedua pasien datang dengan gejala influenza berat yang disertai sesak napas atau radang paru. Mereka kemudian mendapat perawatan medis dan ditempatkan di ruang isolasi sesuai prosedur penanganan.
Raka Susanti menambahkan, lambatnya hasil pemeriksaan laboratorium membuat pemerintah daerah baru mengetahui kepastian kasus ini beberapa waktu setelah pasien dinyatakan sembuh.
Pasca ditemukannya dua kasus tersebut, Dinkes Bali menyatakan akan memperkuat surveilans terhadap pasien bergejala influenza hingga ke tingkat puskesmas sebagai langkah kewaspadaan dini.
Selain itu, masyarakat Bali diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Warga yang mengalami gejala influenza juga diminta menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Sepanjang tahun 2025, Dinkes Bali telah mengirimkan 126 sampel dugaan influenza tipe A ke laboratorium rujukan nasional. Dari jumlah tersebut, hanya dua sampel yang terkonfirmasi positif super flu, sementara sampel lainnya dinyatakan negatif, termasuk lima sampel yang hasilnya diterima pada Januari 2026.
Raka Susanti menegaskan bahwa saat ini tidak ada status khusus terkait super flu di Bali dan yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan dini karena jenis influenza tersebut telah lama dikenal. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3745 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1680 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang