Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Mobil Tertimpa Bambu Tumbang di Tegallalang, Penumpang Terjebak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa nyaris merenggut nyawa terjadi di jalur Banjar Jasan, Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
Rumpun bambu tiba-tiba tumbang dan menutup seluruh badan jalan, Rabu (14/1) dini hari, hingga menimpa satu unit mobil yang sedang melintas.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil terjebak di dalam kendaraan karena pintu mobil terjepit batang bambu yang roboh secara mendadak. Kondisi jalan yang minim penerangan membuat situasi semakin mencekam.
Mobil tersebut dikemudikan seorang perempuan dengan satu penumpang, I Wayan Rida, selaku pemilik kendaraan. Saat melintas di jalur tersebut, pengemudi mendadak mendengar suara ranting patah dari arah tebing, sesaat sebelum rumpun bambu roboh dan menghantam mobil.
Benturan keras membuat akses keluar kendaraan tertutup rapat. Pengemudi dan penumpang terperangkap cukup lama di dalam mobil dalam kondisi gelap dan panik sambil menunggu pertolongan datang.
“Pintu mobil hanya bisa terbuka sekitar 10 sentimeter. Saya sempat panik karena tidak bisa keluar,” ujar I Wayan Rida. Ia menambahkan, istrinya berusaha tetap tenang dan saling menguatkan sambil menunggu bantuan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar bersama personel TNI dan Polri segera menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan memotong serta menyingkirkan rumpun bambu yang menimpa kendaraan, sekaligus membersihkan badan jalan agar bisa kembali dilalui.
Setelah proses evakuasi berlangsung, pengemudi dan penumpang berhasil dikeluarkan dari dalam mobil dalam kondisi selamat. Meski demikian, keduanya sempat mengalami trauma akibat kejadian yang menegangkan tersebut.
Jalur Banjar Jasan menuju Desa Pupuan dikenal sebagai kawasan rawan bencana, khususnya longsor dan pohon tumbang. Jalan yang berdampingan langsung dengan tebing tinggi serta kondisi tanah yang labil membuat kawasan ini berisiko tinggi, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk.
Hingga kini, lokasi kejadian masih dinilai berbahaya karena terdapat rumpun bambu lain di tebing yang rawan tumbang. Warga dan pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menghindari melintas pada malam hari jika tidak dalam kondisi mendesak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun