Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Jalan Baru ke Banjar Tebuana Gianyar Longsor Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Proyek pembangunan jalan baru menuju Banjar Tebuana, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, kembali mengalami longsor meski belum genap sepekan dikerjakan. Kejadian ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat dalam sepekan terakhir.
Material tanah ambrol dengan ketinggian diperkirakan mencapai 50 meter dan panjang sekitar 10 meter. Akibatnya, jalur tersebut terpaksa kembali ditutup demi keselamatan pengguna jalan. Kondisi di lokasi proyek juga memperlihatkan belum adanya got maupun pondasi penguat, sementara struktur tanah diketahui labil dan cuaca masih buruk.
Dampak hujan deras tidak hanya terjadi di jalur menuju Banjar Tebuana. Jalan penghubung antar kecamatan Payangan–Tegallalang, tepatnya di Banjar Tatag, Desa Taro, juga sempat tertutup material longsor sehingga mengganggu akses warga.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Senin (19/1), mengatakan pihak desa langsung bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan pembersihan bersama TNI, Polri, dan masyarakat agar akses bisa segera dibuka, meskipun untuk jalur proyek baru masih harus ditutup sementara,” ujarnya.
Ia menyebutkan, longsor tersebut merupakan risiko pekerjaan proyek yang dilaksanakan pada musim hujan. Meski demikian, pihaknya berharap kontraktor segera melakukan perbaikan dengan perhitungan teknis yang lebih matang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ini memang risiko penggarapan proyek di musim hujan, tetapi kami berharap kontraktor segera melakukan perbaikan dengan perhitungan teknis yang lebih kuat,” tegas Warka.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat wilayah Desa Taro berada di kawasan pegunungan yang rawan bencana, khususnya longsor dan pohon tumbang saat intensitas hujan tinggi.
“Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati. Desa Taro berada di daerah pegunungan dan memang kerap terjadi longsor maupun pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Hingga saat ini, jalur menuju Banjar Tebuana masih ditutup sementara sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3751 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1688 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang