Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Monsun Asia Picu Hujan Lebat, BMKG Catat Angin Bali Selatan Capai 38 Knot

Rabu, 21 Januari 2026, 21:18 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Monsun Asia Picu Hujan Lebat, BMKG Catat Angin Bali Selatan Capai 38 Knot.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Bali pada Selasa malam hingga Rabu (21/1/2026) pagi dijelaskan sebagai dampak dari aktifnya monsun Asia yang diperkuat oleh sejumlah faktor atmosfer.

Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III, Putu Pradiatma Wahyudi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi monsun Asia, terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi, serta kelembapan udara yang basah hingga lapisan 200 milibar di sekitar wilayah Bali. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang memicu hujan lebat dan angin kencang.

"Sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan," jelasnya, Rabu (21/1/2026) di Badung.

Ia menjelaskan, hampir di sebagian besar wilayah Bali terjadi hujan yang disertai angin kencang pada periode tersebut. Kecepatan angin yang tercatat di Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai mencapai angka signifikan, khususnya di wilayah Bali bagian selatan.

"Sebagian wilayah Bali terjadi kondisi hujan disertai angin, sedangkan untuk kecepatan angin semalam tercatat di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai sebesar 38 knot (70,3 km/jam) untuk wilayah Bali bagian selatan," bebernya.

Menurut Wahyudi, kecepatan angin dengan intensitas tersebut sudah masuk dalam kategori angin kencang dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.

"Kecepatan angin mencapai 25 knot atau lebih sudah masuk kategori angin kencang," cetusnya.

BMKG juga mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Bali. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, serta Kabupaten Buleleng.

"Wilayah-wilayah ini berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, banjir, banjir bandang dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami