Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Monsun Asia Picu Hujan Lebat, BMKG Catat Angin Bali Selatan Capai 38 Knot
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Bali pada Selasa malam hingga Rabu (21/1/2026) pagi dijelaskan sebagai dampak dari aktifnya monsun Asia yang diperkuat oleh sejumlah faktor atmosfer.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III, Putu Pradiatma Wahyudi, menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi monsun Asia, terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi, serta kelembapan udara yang basah hingga lapisan 200 milibar di sekitar wilayah Bali. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang memicu hujan lebat dan angin kencang.
"Sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan," jelasnya, Rabu (21/1/2026) di Badung.
Ia menjelaskan, hampir di sebagian besar wilayah Bali terjadi hujan yang disertai angin kencang pada periode tersebut. Kecepatan angin yang tercatat di Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai mencapai angka signifikan, khususnya di wilayah Bali bagian selatan.
"Sebagian wilayah Bali terjadi kondisi hujan disertai angin, sedangkan untuk kecepatan angin semalam tercatat di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai sebesar 38 knot (70,3 km/jam) untuk wilayah Bali bagian selatan," bebernya.
Menurut Wahyudi, kecepatan angin dengan intensitas tersebut sudah masuk dalam kategori angin kencang dan perlu diwaspadai oleh masyarakat.
"Kecepatan angin mencapai 25 knot atau lebih sudah masuk kategori angin kencang," cetusnya.
BMKG juga mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Bali. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, serta Kabupaten Buleleng.
"Wilayah-wilayah ini berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, banjir, banjir bandang dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5851 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4604 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan