Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Diduga Kena LSD, 25 Sapi di Gerokgak Buleleng Diambil Sampel
BERITABALI.COM, BULELENG.
Balai Besar Veteriner Denpasar (BBVet) mengambil sampel terhadap 25 ekor sapi milik warga di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas ditemukannya dua ekor sapi yang diduga terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Pengambilan sampel tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak di sekitar lokasi temuan, sekaligus mengantisipasi potensi penyebaran penyakit ke wilayah lain.
Baca juga:
Dua Sapi di Sumberklampok Terjangkit LSD
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, Rabu (21/1/2026), mengatakan hingga saat ini hasil pemeriksaan laboratorium terhadap dua ekor sapi milik warga bernama Somad belum diterima. Meski demikian, gejala klinis yang muncul mengarah kuat pada penyakit LSD.
Gejala yang ditemukan antara lain munculnya bintik-bintik dan benjolan pada bagian kulit sapi. Atas dasar itu, BBVet Denpasar bersama instansi terkait langsung melakukan pengambilan sampel tambahan terhadap sapi-sapi milik warga di sekitar lokasi.
Baca juga:
Kementan Kirim 500 Vaksin LSD ke Jembrana
"Pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan sebarannya, sehingga kedepan pemerintah provinsi dapat mengambil tindakan yang tepat," jelasnya.
Melandrat menjelaskan, apabila hasil laboratorium nantinya menyatakan adanya sapi yang positif terinfeksi LSD, maka langkah vaksinasi akan segera dilakukan. Namun vaksin hanya diberikan kepada sapi yang masih dalam kondisi sehat sebagai upaya pencegahan penularan.
Sementara itu, sapi yang sudah menunjukkan gejala penyakit akan mendapatkan penanganan khusus berupa perawatan, salah satunya dengan dimandikan menggunakan campuran air eco enzyme.
“Kalau sudah ada kejadian, yang divaksin itu sapi sehat, bukan yang terkena. Vaksin LSD berbeda dengan vaksin PMK, meskipun sama-sama virus, jenis vaksinnya tidak sama,” kata Melandrat.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Buleleng, populasi sapi di wilayah tersebut saat ini mencapai lebih dari 69 ribu ekor yang tersebar di sembilan kecamatan. Kecamatan Gerokgak tercatat sebagai wilayah dengan jumlah populasi sapi terbanyak di Kabupaten Buleleng.
Upaya deteksi dini dan mitigasi terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk mencegah penyebaran penyakit LSD agar tidak meluas ke wilayah lain di Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3730 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1673 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang