Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
BTID Buka Suara Soal Isu Dugaan 'Caplok' Mangrove Tahura Ngurah Rai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
PT Bali Turtle Island Development (BTID) memberikan tanggapan resmi terkait pemberitaan pengelolaan kawasan hutan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai yang belakangan menjadi sorotan publik.
Kepala Komunikasi PT BTID, Zefri Alfaruqy, menyatakan dalam keterangan yang diterima redaksi pada Kamis (29/1/2026) bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang penetapannya dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2023.
Menurutnya, status sebagai PSN menunjukkan bahwa rencana pembangunan KEK Kura Kura Bali telah melalui proses kajian yang komprehensif dan menyeluruh, mencakup aspek legalitas, tata ruang, serta lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BTID juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh tahapan pembangunan KEK Kura Kura Bali berdasarkan persetujuan yang telah diperoleh dari pemerintah.
"Perusahaan menyatakan secara rutin melaporkan perkembangan pembangunan kawasan tersebut kepada Dewan Nasional KEK sebagai bentuk kepatuhan dan transparansi," ungkapnya.
Pernyataan BTID ini disampaikan di tengah mencuatnya isu dugaan pengalihan penguasaan lahan mangrove Tahura Ngurah Rai seluas 82 hektar. Kawasan mangrove tersebut selama ini dikenal sebagai benteng ekologis Bali Selatan yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Isu tersebut sebelumnya mengemuka setelah Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar di publik. Dari hasil pendalaman, luas lahan yang awalnya disebut sekitar 62 hektar disebut bertambah menjadi 82 hektar.
“Awalnya yang berkembang di publik 62 hektar. Setelah kami telusuri, luasnya mencapai 82 hektar. Ini bukan angka kecil,” ungkap Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. Somvir.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1570 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun