Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Insinerator Rp4 Miliar Berhenti Beroperasi, Karangasem Terancam Krisis Sampah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Baru setahun beroperasi, mesin insinerator yang digadang-gadang menjadi solusi penanganan sampah residu di TPA Linggasana, Kabupaten Karangasem, justru berhenti beroperasi. Padahal, pengadaan alat pembakar sampah bersuhu tinggi tersebut menelan anggaran hingga Rp4 miliar.
Pengoperasian insinerator resmi dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem sejak sepekan terakhir. Penghentian dilakukan menyusul adanya penyegelan alat serupa di Kabupaten Badung.
“Kami menghentikan sendiri operasional alat tersebut sebelum disegel, karena di Badung sudah disegel. Alatnya sama, dan menurut informasi disegel karena tidak lulus uji emisi,” ujar Kepala DLH Karangasem, Drs. I Nyoman Tari, saat ditemui Jumat (6/2/2026).
Dengan tidak beroperasinya incinerator, persoalan sampah di Karangasem kembali menemui jalan buntu. Situasi ini semakin kompleks mengingat rencana pembangunan TPA baru di Desa Datah, Kecamatan Abang, mendapat penolakan dari warga setempat. Kondisi tersebut membuat DLH Karangasem harus mencari solusi alternatif dalam jangka pendek.
Sebagai langkah sementara, DLH Karangasem merencanakan rehabilitasi TPA Linggasana dengan luasan sekitar 2,5 hektare. Rehabilitasi dilakukan melalui pengerukan dan pengayakan material sampah yang telah ditimbun selama kurang lebih 10 tahun terakhir.
“Material hasil ayakan rencananya akan kami berikan kepada masyarakat yang membutuhkan, misalnya untuk mengurug lahan bekas galian C,” jelas Tari.
Ia menambahkan, jika rehabilitasi TPA Linggasana berjalan sesuai rencana, daya tampung TPA tersebut diperkirakan masih mampu menampung sampah residu hingga lima tahun ke depan.
“Untuk sementara, sampah yang masuk akan dipilah. Sampah organik dicacah, plastik diupayakan dipilah oleh pemulung agar yang masih bernilai bisa dimanfaatkan. Sedangkan untuk residu, saat ini memang belum ada solusi pasti mau diapakan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan