Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BTID Dukung Bulan Bahasa Bali VIII di Serangan

Jumat, 6 Februari 2026, 23:16 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok BTID/ BTID Dukung Bulan Bahasa Bali VIII di Serangan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali VIII yang digelar di Desa Serangan, Denpasar Selatan, Selasa (3/2/2026).

Dukungan BTID sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang pelindungan dan penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali setiap Februari.

Dalam kegiatan ini, BTID hadir bersama warga Pulau Serangan dan aparatur desa pada berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat lintas usia, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga ibu-ibu PKK dari enam banjar di Pulau Serangan.

Adapun lomba yang digelar antara lain lomba Nyurat Aksara atau Nulis Bali dengan peserta pelajar Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kelurahan Serangan.

Kepala Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan dukungan terhadap Bulan Bahasa Bali merupakan wujud komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat Bali.

Baca juga:
BTID: KKPRL Adalah Soal Pengusahaan, Bukan Penguasaan Laut

"Kehadiran kami di sini sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali," katanya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini literasi Bali diharapkan tetap menjadi identitas kuat bagi generasi penerus, khususnya di Pulau Serangan.

"Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Bali," tegasnya.

Lurah Desa Serangan, Ni Wayan Sukanami, menjelaskan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali di Kelurahan Serangan melibatkan warga dari berbagai unsur, mulai pelajar SD hingga ibu-ibu PKK dari enam banjar.

“Kemudian lomba ngwacen itu pesertanya dari Sekehe Teruna yang mana dengan kategori anak SMA ataupun SMK. Terus peserta untuk lomba mesatua itu pesertanya dari ibu-ibu PKK di Banjar Adat yang ada di wilayah Kelurahan Serangan,” jelas Ni Wayan Sukanami.

Ia menyebutkan kegiatan ini bertujuan melestarikan bahasa Bali sebagai bahasa ibu yang mulai tergerus kemajuan teknologi dan digitalisasi.

“Makanya sekarang ada tim-tim penyuluh dari provinsi, kemudian ditugaskan di kota untuk sebagai penyuluh bahasa Bali yang ditempatkan di masing-masing desa kelurahan,” jelasnya.

Ia berharap Bulan Bahasa Bali mampu menumbuhkan minat generasi muda untuk mencintai dan menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.

"Kadang-kadang yang kita takutkan mereka justru harusnya bahasa Bali mereka mengerti, kadang-kadang mereka harus kita leskan lagi bahasa Bali itu kan salah ya. Makanya kita harapkan dengan adanya Bulan Bahasa Bali ini dapat menggugah mereka untuk lebih mencintai dan mengenal budaya Bali,” ujarnya.

Sementara itu, peserta lomba kategori Masatua (Dongeng), Ni Putu Priliyanti, mengaku senang bisa ikut ambil bagian meskipun tidak menargetkan kemenangan.

Menurutnya, partisipasi dalam Bulan Bahasa Bali merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga bahasa ibu agar tidak punah di tengah perkembangan digital.

“Agar tidak punah ya bahasa Bali, karena kemajuan digital juga membuat bahasa Bali itu semakin tertinggal. Jadi dengan adanya lomba ini biar bisa lebih meningkat lagi, anak-anak juga lebih semangat untuk berbahasa Bali,” kata Apriliyanti.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami