Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pertamina Percepat Pemulihan Mangrove Benoa

Sabtu, 21 Februari 2026, 16:42 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Pertamina/Pertamina Percepat Pemulihan Mangrove Benoa.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan memastikan seluruh proses bisnis, mulai dari hulu hingga hilir, dilaksanakan sesuai kaidah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). 

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pemeriksaan berkala serta program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pada Jumat (20/2/2026), beredar informasi terkait adanya pohon mangrove yang mati secara mendadak di kawasan Benoa, tepatnya di sisi barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Denpasar Selatan. Kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi informasi itu, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad, menyampaikan bahwa Terminal BBM Sanggaran sebagai terminal terdekat telah melakukan pengecekan lapangan bersama tim Polairud. Dari hasil pengecekan visual, tidak ditemukan adanya lapisan minyak maupun bau menyengat BBM di lokasi tersebut.

"Pagi ini setelah pengecekan bersama Polairud, tim Terminal BBM Sanggaran juga telah menghadiri undangan rapat koordinasi dari DKLH Provinsi Bali. Sebagai tindaklanjut, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa," papar Ahad.

 

Lebih lanjut, Ahad menjelaskan bahwa Pertamina akan mengambil langkah konkret berupa percepatan pemulihan kawasan mangrove. Upaya tersebut akan dilakukan secara kolaboratif dengan perusahaan lain yang memiliki aktivitas operasional di kawasan Benoa, sesuai arahan dari DKLH Provinsi Bali.

"Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa. Pertamina mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, APH, dan lembaga setempat yang telah turut bekerjasama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan," tutup Ahad.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Pertamina



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami