Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Sampah Jadi Isu Utama Musrenbang Abang 2026
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Isu penanganan sampah menjadi pembahasan paling menonjol dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Abang yang digelar di Wantilan Gajah Wea, Selasa (24/2/2026).
Dalam forum yang dihadiri jajaran pemerintah daerah hingga perangkat desa tersebut, persoalan sampah disebut sebagai tantangan mendesak yang harus dituntaskan mulai dari tingkat desa.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, anggota DPRD Karangasem Dapil Abang, Kepala Bappeda Karangasem I Gusti Bagus Widiantara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karangasem I Putu Eddy Surya Artha, Camat Abang I Made Aditya Sugiarta, serta para perbekel dan bendesa adat se-Kecamatan Abang.
Dari total 234 usulan yang masuk dalam Musrenbang—meliputi 33 usulan bidang perekonomian dan SDA, 101 usulan bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, serta 100 usulan bidang infrastruktur dan kewilayahan—isu pengelolaan sampah muncul sebagai perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Karangasem bahkan menetapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) sebagai prioritas tambahan di lima desa, yakni Desa Ababi, Desa Kertamandala, Desa Tiyingtali, Desa Bunutan, dan Desa Purwakerti.
Wakil Bupati Pandu menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum percepatan penanganan sampah berbasis desa. Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi, sekaligus komitmen kepala daerah untuk menuntaskan persoalan sampah dari sumbernya.
“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi ditunda. Harus dimulai dari desa dengan sistem yang jelas dan terintegrasi. Ini menjadi salah satu fokus utama pembangunan 2026,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa komitmen desa dalam mendukung program pengelolaan sampah akan menjadi salah satu pertimbangan dalam kebijakan bantuan keuangan kabupaten (BKK). Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong keseriusan seluruh desa dalam membangun sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan.
Selain berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, penanganan sampah juga dinilai berpengaruh langsung terhadap citra pariwisata, khususnya di wilayah pesisir Abang yang memiliki potensi wisata cukup besar. Karena itu, sinergi antara desa dinas dan desa adat dinilai menjadi kunci keberhasilan program TPS3R.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3746 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1681 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang